Matamata.com - Ruben Onsu berikan klarifikasi mengenai kabar pegawai Geprek Bensu Lampung yang terlibat pemukulan.
Beberapa waktu lalu, netizen sempat dihebohkan dengan video baku hantam antara pegawai Geprek Bensu dan pengendara Ojek Online.
Atas video pemukulan tersebut, Ruben Onsu mengaku jika dirinya baru mengetahuinya hari ini, Sabtu (11/8/2018).
"Sebelumnya saya memohon maaf yang sebesar-besarnya dan sangat amat menyesal kan kejadian ini terjadi, pulang Live KDI tadi malam saya sudah tidak buka instagram lagi dan saya baru tahu pagi ini," jelas Ruben Onsu.
Karena menyangkut nama besar bisnisnya, Ruben pun memberikan tujuh klarifikasi terkait kejadian tersebut lewat tulisan di akun Instagram pribadinya.
"Pertama tama kami mengutuk setiap perbuatan anarkis dan kekerasan yg dilakukan oleh 'oknum' yang bekerja di @geprek_bensu_lampung , karena kami membenci tindakan anarkis dan kekerasan yang dilakukan oleh siapapun," tulis Ruben.
2. Melakukan Pemecatan
"Kami akan mempelajari masalah yang melibatkan 'oknum' tersebut dan akan segera mengambil tindakan tegas diantaranya melakukan pemecatan," tulis Ruben.
3. Permohonan Maaf Pihak Geprek Bensu
"Kami dengan segala rendah hati memohon maaf kepada korban pemukulan dan keluarganya juga memohon maaf kepada Gojek Indonesia atas perbuatan tidak terpuji yg dilakukan 'oknum' karyawan Geprek Bensu Lampung," lanjut Ruben Onsu.
4. Masalah Pribadi Karyawan
"Perbuatan yang dilakukan oleh 'oknum' karyawan tersebut adalah perbuatan pribadi yang terkait dengan masalah pribadinya dan tidak terkait dan sangkut pautnya dengan Geprek Bensu," ungkap Ruben Onsu.
5. Meminta Klarifikasi Langsung dari Karyawan
"Kami meminta karyawan kami mengklarifikasi tentang masalah ini kalau ini murni masalah pribadi dan bertanggung jawab dengan apa yang sudah dibuat kepada korban," jelasnya.
6. Mengganti Kerugian Korban
"Saya selaku owner dari Geprek Bensu pusat akan bertanggung jawab semua pembiayaan rumah sakit saat ini sampai selesai," jelas Ruben Onsu.
7. Mendukung Korban
"Kami juga mendukung jika korban mengambil tindakan hukum atas pelaku kekerasan tersebut," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Permenhut 6/2026 Jadi Kunci Stabilitas dan Kepastian Proyek Karbon di Indonesia
-
Menkeu Purbaya: Indonesia Masuk 'Survival Mode', Tak Ada Lagi Ruang Inefisiensi
-
Kementan: Industri Sawit Indonesia Ramah Lingkungan dan Siap Menuju B50
-
RI Incar Kursi Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030
-
Jepang Sebut Indonesia Destinasi Investasi Menjanjikan, Sektor Otomotif Jadi Andalan
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo