Rendy Adrikni Sadikin | MataMata.com
Ahmad Dhani. (Instagram/@ahmaddhaniprast)

Matamata.com - Unggahan video di akun Instagram milik musisi sekaligus politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani menuai sorotan. Video itu diduga memuat intimidasi terhadap dirinya dalam tayangan live di stasiun TV swasta.

Dalam penggalan video yang diunggah, Ahmad Dhani tampak sedang berdebat dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Quomas alias Gus Yaqut.

Di situ, Gus Yaqut mengancam keras Ahmad Dhani jika melakukan tindakan yang dianggap mengancam Negara Republik Indonesia.

Baca Juga:
21 Tahun Berlalu, Konspirasi Jagal di Mobil Putri Diana

''Gebuknya pakai apa, Bos?'' kata Ahmad Dhani kepada Gus Yaqut.

''Gebuknya gampang. Gampang aja sebenarnya. Gebuk itu banyak sekali alatnya untuk gebuk. Kalau kamu sudah melakukan ancaman terhadap negara, aku sebagai warga negara yang cinta negara ini, maka aku akan gebuk kamu,'' ancam Gus Yaqut ke Ahmad Dhani.

Baca Juga:
7 Seleb Cantik yang Berhijab Usai Pulang dari Tanah Suci

Politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta, bersama Prabowo – Sandiaga, Jumat (10/8/201). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

''Melanggar hukum dong?'' jawab Ahmad Dhani.

''Soal melanggar hukum, kamu lebih melanggar hukum!'' timpal Gus Yaqut.

Obrolan makin panas setelah politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait yang berada di sana ikut berkomentar membela Gus Yaqut.

Baca Juga:
Awet Berambut Pendek, Ini 10 Transformasi Wanda Hamidah

''Kalau kamu melanggar negara ini dengan bentuk lain, saya akan kejar kamu. Kita akan gebukin kamu!'' kata Maruara Sirait dengan nada tak kalah keras.

Mendengar jawaban ini, Gus Yaqut langsung mengajak tos Maruarar Sirait tanda sepakat kemudian disambut gemuruh tepuk tangan penonton di studio.

Di caption, Ahmad Dhani menyebut apa yang dikatakan Gus Yaqut dan Maruarar Sirait dalam obrolan itu sebagai dugaan persekusi.

Baca Juga:
Dua 'Wabah' Besar Indonesia sudah Menyerang DJ Marshmello

''Dugaan awal persekusi,'' tulis Ahmad Dhani.

Suara.com/Madinah

Load More