Matamata.com - Musisi sekaligus politisi Partai Gerindra Ahmad Dhani sebut-sebut kata dungu. Ejekan tersebut ditujukan untuk orang-orang yang mengatakan dirinya ingin mengganti Pancasila dan tak mendukung NKRI.
"Anda dungu jika berpikir saya ingin menggantikan dasar negara Pancasila," kata Ahmad Dhani.
Kata Ahmad Dhani, kecintaannya kepada NKRI tak perlu diragukan lagi.
"Karena seluruh TNI, jajaran TNI tahu siapa saya. Tahu warna darah saya apa. Tahu bahwa saya adalah NKRI harga mati," sambung Ahmad Dhani.
Sebelumnya, Ahmad Dhani unggah video yang diduga memuat intimidasi terhadap dirinya dalam tayangan live di sebuah stasiun TV swasta.
Dalam penggalan video yang diunggah, Ahmad Dhani tampak sedang berdebat dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Quomas alias Gus Yaqut.
Di situ, Gus Yaqut mengancam keras Ahmad Dhani jika melakukan tindakan yang dianggap mengancam Negara Republik Indonesia.
"Banser akan turun tangan pertama kali di depan gebuk gerakan ini kalau memang sudah kita nilai kalau ini akan menjadi cita-cita khilafah," kata Gus Yaqut.
"Gebuknya pakai apa, Bos?," kata Ahmad Dhani kepada Gus Yaqut.
"Gebuknya gampang. Gampang aja sebenarnya. Gebuk itu banyak sekali alatnya untuk gebuk. Kalau kamu sudah melakukan ancaman terhadap negara, aku sebagai warga negara yang cinta negara ini, maka aku akan gebuk kamu," ancam Gus Yaqut ke Ahmad Dhani.
Berita Terkait
-
Perdana Tampil di 'The Icon Indonesia', Sienna Spiro Bangga
-
Presiden Prabowo dan Sejumlah Menteri Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi-Syifa Hadju
-
KPK Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Masih Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara
-
Gus Yaqut Optimistis Menang Praperadilan Lawan KPK di Kasus Kuota Haji
-
KPK Periksa Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun
Terpopuler
-
Didukung Sang Bunda, Jirayut jadi Pemeran Utama di Film 'Cek Khodam'
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
-
Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan
-
JPU Tak Dapat Hadirkan 14 Saksi di PN Jakbar, Terdakwa Reinhart Muljadi dan Tim Kuasa Hukum Kecewa
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo