Matamata.com - Sejak 10 tahun hengkang dari grup band yang membesarkan namanya, Pongki dan Icha siap untuk reunian bersama Jikustik di Yogyakarta.
Konser yang akan menampilkan formasi awal dari band Jikustik mulai dari Pongky, Icha, Adit, Carlo dan Dadi ini akan diselenggarakan di Grand Pacific Hall.
Sebagai promotor, CEO Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi menjelaskan bahwa konsep konser reunian ini sangaat spesial. Sosok Art Director Agus Noor akan digaet pada konser reunian Jikustik. Seperti yang diketahui Agus Noor merupakan salah satu Art Director yang telah sukses menggelar pertunjukan lakon pentas Indonesia.
Konsep artistik pada konser reunian ini akan dibentuk sedemikian rupa layaknya sebuah ruang pertemuan. Sajian visual pun akan membentuk berbagai macam lagu-lagu kenangan Jikustik formasi pertama.
"Dengan konsep ruang itu, panggung menjadi sebuah ruang pertemuan yang intim bagi tiap personil Jikustik dan juga penonton, mengesankan intimate concert. Ruangan itu juga menggambarkan ruang pertemuan kembali Jikustik, sebuah ruang dan waktu yang menandai kebersamaan mereka," tutur Agus Noor.
Pongky sebagai mantan vokalis Jikustik menjelaskan jika reunian ini menjadi sebuah proses rekonsiliasi.
"Konser Jikustik Reunian besok konsepnya adalah rekonsiliasi, dimana kami bersama-sama menutup apa yang berbeda dari diri kami, dan mencari hal yang sama dalam diri kami masing-masing. Bagi saya pribadi, konser ini seperti sebuah mesin waktu yang dapat membawa saya khususnya kembali ke masa lalu indah, yang pernah kita alami ketika masih bermain musik bersama. Satu-satunya hal yang bisa mengumpulkan kami di sini adalah rasa kangen yang kami miliki." jelas Pongki.
Dalam konser Jikustik Reunian ini pun akan dimainkan sedemikian rupa yang sama dengan versi terdahulu.
Wah, sudah siap belum nih nonton konser Jikustik Reunian?
Berita Terkait
-
DPR Desak Evaluasi Total Aturan Daycare Pasca-kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta
-
Kementerian Kebudayaan Dukung Gelaran Hari Wayang Dunia 2026 di Yogyakarta
-
Sultan HB X Gelar Prosesi Jejak Banon, Tradisi Langka yang Hanya Digelar Setiap Delapan Tahun
-
Sultan HB X: Aspirasi Mahasiswa Harus Disampaikan Tanpa Kekerasan
-
Dukung Pendidikan Anak Usia Dini, Mahasiswa UMB Yogyakarta Gelar KKN di Dusun Jatirejo
Terpopuler
-
Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika, ITDC Targetkan Tanam 15.000 Mangrove di 2026
-
Viral Merokok dan Main Gim saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Disidang Etik Gerindra
-
Aturan Buang Sampah Palembang: Pelanggar Didenda Rp500 Ribu Mulai Hari Ini
-
Menko Pangan Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026
-
Penebusan Pupuk Subsidi Naik 36 Persen, Pupuk Indonesia Genjot Optimalisasi Distribusi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo