Matamata.com - Personel Super Bejo yang sempat populer pada era ‘90-an, Didi Sumantri atau akrab disapa Jhody Super bejo menjalani hidup baru yang lebih baik. Teman Teuku Edwin ini memutuskan untuk berhijrah.
Jhody Super Bejo mengaku mulai serius mendalami agama Islam atau berhijrah setelah menderita penyakit jantung. Dia sempat marah dengan Tuhan lantaran dirinya harus diuji usai membangun musala di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.
"Musala kan mulia untuk pengunjung orang bisa salat, bisa ngaji dan penuh banget tuh eventnya. Malah hadiahnya dikasih serangan jantung. Semenjak itu jadi kayak nggak terima," kata Jhody pada Suara.com di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).
Saat dirinya sedang terpuruk, sang istri, menyuruhnya untuk lebih dekat dengan Allah. Meskipun berat, Jhody terus berusaha hingga menjadi terbiasa.
"Sampai akhirnya disuruh sama istri tahajud 40 hari, nggak harus tiap malam, tapi 40 kali selama 2 bulan, seumur hidup kagak pernah tahajud," kata Jhody sambil tertawa.
"Lucu itu tahajudnya waktu awal-awal, pindah-pindah biar ingat rakaatnya, kalau nggak pindah biasanya lupa," ujarnya.
Jhody bilang, banyak yang didapatkan setelah berhijrah. Dia sadar penyakit yang diderita merupakan pengingat untuk selalu bersyukur atas kehidupan yang dijalani.
"Yang Jhody dapat itu Jhody merasa ini alert, ini science, ini tanda bahwa Allah tuh masih sayang. Karena banyak teman-teman yang tidak dikasih kesempatan untuk bersujud tapi langsung diambil, kelar deh. Nah kita dikasih kesempatan artinya Allah tuh sayang, kita disuruh bahwa gue masih ada PR nih. Jadi gue harus bisa berbuat sesuatu untuk lebih baik lagi buat diri sendiri terutama, buat keluarga dan juga buat orang lain kalau bisa," katanya menuturkan.
Suara.com/Suci Febriastuti
Berita Terkait
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo