Matamata.com - Artis Nikita Mirzani menyayangkan aksi 22 Mei yang dilakukan massa terkait pengumuman hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019. Ibu tiga orang anak tersebut sempat takut tragedi 98 terulang melihat jalanan yang begitu lengang hari ini.
"Aku takut sih, takut (tragedi) 98 terjadi lagi, tapi kayanya sekarang nggak deh," harap Nikita Mirzani saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019).
"Karena bapak aparat sekarang jago-jago dan banyak juga yang diturunin kan. Tadi aja kalau nggak salah denger yang diturunin lima puluh ribu ya," sambungnya.
Nikita Mirzani awalnya sempat heran dengan kondisi jalan raya yang mendadak lengang pagi ini. Suasana itu membuatnya was-was dan khawatir mempengaruhi perekonomian.
"Tadi kaget, ih kok sepi banget jalanan, oh masih ada kerusuhan ternyata. Sayang lah harusnya kan pada ngantor, nanti jadi menghambat semuanya nih kaya saham bakal naik turun segala macem," tuturnya.
Meski keributan sempat terjadi dalam aksi tersebut, Niki percaya pihak yang berwajib akan mengerahkan segalanya untuk menertibkan massa. Mantan istri Dipo Latief itu menyarankan massa untuk segera berdamai.
"Janganlah udah kita damai aja. berantemnya di sosial media aja udah," pungkasnya.
Diketahui, akses ke beberapa titik di pusat kota, seperti Tanah Abang dan sekitarnya ditutup lantaran aksi 22 Mei. Kantor Bawaslu di Jakarta Pusat menjadi salah satu titik aksi tersebut. Massa sudah mulai beraksi di depan kantor Bawaslu sejak Selasa (21/5) sore dan masih hingga saat ini.
Matamata.com/Yuliani
Berita Terkait
-
Reza Gladys Melawan di Persidangan, Bikin Nikita Mirzani dan Pengacara Terdiam
-
Siap Bongkar Fakta di Persidangan, Nikita Mirzani Hadapi Bos Skincare Reza Gladys
-
Tetap Bersinar di Balik Jeruji, Dinar Candy Ungkap Nikita Mirzani Ceria dan Glowing di Penjara
-
Nikita Mirzani Tetap Kuat Usai 20 Hari Lebih Ditahan, Laporkan Reza Gladys Terkait UU ITE
-
Tak Tinggal Diam, Nikita Mirzani Balas Laporan Reza Gladys dengan Aduan Ke Polisi
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo