Madinah | MataMata.com
Dewi Perssik menemani ayahnya yang terbaring di ranjang RS. [Instagram]

Matamata.com - Penyanyi dangdut menangis sesenggukan saat dikunjungi Bupati Jember Faida di Jalan Panjaitan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Faida datang untuk mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Mochammad Aidil, ayahanda Dewi Persik.

Dewi Perssik menemani ayahnya yang terbaring di ranjang RS. [Instagram]

"Mudah-mudahan seluruh amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dosa-dosanya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” kata Faida seperti dilansir Humas Pemkab Jember.

Faida bilang almarhum ayah Dewi Perssik sosok yang peduli terhadap masyarakat semasa hidup dan berharap anak-anak almarhum bisa meneruskan perjuangan dan semangat sang ayah.

Baca Juga:
Dewi Perssik Sempoyongan di Makam Ayahnya

Almarhum ayah Dewi Perssik adalah pensiunan polisi. Dia pernah menjabat Kepala Polisi Sektor Kalisat di Jember dan Bagorejo di Banyuwangi. Jelang akhir hayatnya, dia menderita penyakit diabetes melitus (gula darah) yang mengganggu fungsi organ lainnya.

Dewi Perssik menemani ayahnya yang terbaring di ranjang RS. [Instagram]

Dia sempat dibawa ke Jakarta karena Dewi ingin dekat dan memberikan perhatian kepada sang ayah. Di sana dia dirawat di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan. Adil meninggalkan seorang istri bernama Hj Srimona.

Sebelumnya diberitakan, Dewi Persik menangis tersedu saat jenazah sang ayah, Mochammad Aidil, dimasukkan ke liang lahat, di tempat pemakaman keluarga, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (10/6/2019) sore.

Baca Juga:
Cerita Perjuangan Dewi Perssik untuk Kesembuhan Ayahnya

“Papi… Papi,” Dewi memanggil lirih sang ayah dengan suara parau.

Di sampingnya, Angga Wijaya dan dua saudara Dewi, Masbin dan Fathurrahman setia mendampingi. Angga memijat dahi istrinya yang sempat mengeluh pusing. Dewi terlihat sempoyongan saat berjalan, sehingga harus dibantu Angga ke rumah Fathurrahman.

Baca Juga:
Bukan Meldi, Ini Pesan Terakhir Ayah Dewi Perssik untuk Cucunya Lebby

Jarak antara rumah duka dengan pemakaman keluarga sekitar tiga kilometer. Selain keluarga, tetangga, kerabat, dan wartawan, ada perkumpulan pengajian yang diasuh Masbin, anak kedua Aidil.

Jelang akhir hayatnya, Aidil menderita penyakit diabetes melitus (gula darah) yang mengganggu fungsi organ lainnya. Dia sempat dibawa ke Jakarta karena Dewi ingin dekat dan memberikan perhatian kepada sang ayah.

Di sana dia dirawat di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan. Aidil meninggalkan seorang istri bernama Hj Srimona. Jenazah Aidil tiba di rumah duka, Jalan Letjen Panjaitan XII Nomor 107 Kecamatan Sumbersari, pukul 12.19 WIB siang tadi.

Abdurrohim, adik ipar Aidil, mengatakan tahlil dan doa bersama akan mulai dilaksanakan, Selasa besok. “Insya Allah setelah Magrib,” katanya.

Load More