Matamata.com - Drama ikan asin antara Galih Ginanjar dan Fairuz A Rafiq masih terus bergulir. Beberapa waktu yang lalu, Galih Ginanjar sudah menjalani pemeriksaan atas kasus ini.
Namun di lai sisi, pihak Pablo Benua dan Rey Utami justru memilih untuk cuci tangan atas kasus ini.
Pemilik akun YouTube Rey Utami & Pablo Benua tersbeut memilih untuk menghapus video Galih Ginanjar dalam channelnya.
Bahkan berdasarkan video yang beredar di media sosial, Rey Utami dan Pablo Benua mengatakan bahwa dirinya akan membela Fairuz A Rafiq jika omongan Galih Ginanjar tidaklah benar (bukan fakta).
Mengenai hal tersebut, pihak Galih Ginanjar memaklumi atas tindakan yang dilakukan oleh Rey Utami dan Pablo Benua.
Menurut kuasa hukum Galih Ginanjar, hal tersebut merupakan hak suara yang dimiliki oleh Rey Utami dan Pablo Benua.
"Masalah pihak Rey Utami dan Pablo itu cuci tangan atau apapun itu bahasanya itu kan bagian daripada hak bicara mereka," ujar kuasa hukum Galih Ginanjar.
Kemudian ia berpesan agar untuk menghormati proses hukum yang saat kini sedang berjalan.
"Karena ini sudah masuk ranah hukum. Kita hormati juga. Kita serahkan proses ini kepada proses hukum karena penyidik sekarang telah melakukan penyidikan terhadap hal in," tutupnya.
Berita Terkait
-
Blusukan ke Pasar Flamboyan Pontianak, Wapres Gibran Borong Pakis hingga Ikan Asin
-
Ustaz Solmed Malu-malu saat Disenggol soal Isi Rekening oleh Rey Utami: Nolnya Ada 12?
-
Bukan Warisan Suami, Muzdalifah Blak-blakan soal Asal-usul Rumah Mewahnya
-
Wirang Birawa Ramal Tahun 2024 Artis Inisial 'RI' Diselingkuhi Suami: Ria Ricis?
-
Master Firasat Wirang Birawa Sebut Ada Artis Wanita Inisial RI yang Diselingkuhi, Instagram Rey Utami Banjir Dukungan
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo