Matamata.com - Antony Hillenaar, pelapor sekaligus korban penganiayaan akhirnya bertemu dengan Kriss Hatta usai sepakat berdamai pada Kamis (8/8/2019) malam.
Kata Antony Hillenaar, dalam pertemuan singkat itu, Kriss Hatta sempat menyampaikan permintaan maaf.
"Obrolannya nggak ada sih yang gimana-mana, cuma say sorry dengan gaya dia," kata Antony Hillenaar di kawasan Kapten P. Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (9/8/2019).
Antony Hillenaar memastikan mau berdamai bukan karena permintaan maaf tersebut. Dia bilang setuju cabut laporan gara-gara memandang ibu Kriss Hatta, Tuty Suratinah.
"Tapi ya saya langsung maafkan karena alasan ibunya. Kita kan nggak lahir dari batu. Kalau kalimat sih nggak, lebih tepatnya rasa ibanya dari hati aja kepada ibunya," kata Antony Hillenaar.
Tak bisa dipungkiri, Antony Hillenaar mengaku tidak tega dengan Tuty Suratinah.
"Ya, dengan kerendahan hati mamanya juga, saya juga membuka hati dan kita bicara secara langsung. Ya namanya orangtua, kita juga punya orangtua kan," kata Antony Hillenaar.
Seperti diketahui, Kriss Hatta ditahan di Rutan Polda Metro Jaya atas dugaan penganiayaan terhadap Antony Hillenaar.
Tapi semalam, Antony Hillenaar mengaku sudah mencabut laporannya terhadap Kriss Hatta. (Sumarni)
Berita Terkait
-
Kasus Penyekapan Perempuan di Bandung: Komisi III DPR RI Minta Pelaku Dihukum Berat
-
Komisi III DPR Desak Polisi Segera Usut Kasus Dugaan Penganiayaan PRT oleh Mantan Istri Komedian
-
Kasus Andrie Yunus KontraS, Anggota BAIS TNI Ditahan, DPR Minta Transparansi
-
Kapolri Perintahkan Usut Tuntas Kasus Oknum Brimob Aniaya Anak hingga Tewas
-
Paspampres Pastikan Pelaku Penganiayaan Ojol di Kembangan Bukan Anggotanya
Terpopuler
-
Tring! by Pegadaian FORESTRA 2026 Umumkan Jajaran Penampil Tahap 2, Merayakan Harmoni Musik dan Alam di Tengah Hutan
-
Menuju Panggung Internasional, Atlet Muda Indonesia Dibina dengan Jangka Panjang
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo