Matamata.com - Polisi mengaku sudah menyerahkan berkas kasus Nunung Srimulat dan suami, Iyan Sambiran kepada kejaksaan. Namun, berkas tersebut dikembalikan oleh kejaksaan.
Menurut Kasi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi mengungkapkan, pihaknya telah mengembalikan berkas perkara Nunung ke pihak kepolisian untuk ditinjau kembali.
"Jaksa Peneliti pada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengembalikan berkas atas nama tersangka TRP alias Nunung dan JJS kepada Penyidik Polda Metro Jaya pada hari Selasa tanggal 13 Agustus 2019," kata Nirwan Nawawi saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (15/8/2019).
Pengembalian berkas tersebut dilakukan karena kejaksaan menilai masih ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar berkas perkara Nunung dan suaminya dapat segera dirampungkan. Di antaranya syarat formil dan materiil.
"Pengembalian berkas dilakukan dikarenakan masih ada kekurangan syarat formil dan materiil. Hal itu yang perlu dilengkapi oleh pihak penyidik guna memenuhi keabsahan dan unsur-unsur kualifikasi pasal yang disangkakan," jelasnya.
Sementara itu ditemui di Polda Metro Jaya hari ini, Kamis (15/8/2019), kuasa hukum Nunung, Moamar Maruapey mengaku masih berkordinasi dengan kepolisian terkait pemberkasan tersebut.
"Untuk itu kami belum tahu ya, karena memang kita masih mencoba untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Sejauh mana pemberkasannya tapi ya mudah-mudahan pihak kepolisian bisa membantu agar proses pemberkasan itu bisa selesai," tutur Moamar.
Seperti diketahui, Nunung Srimulat beserta suami, Iyan Sambiran ditangkap oleh pihak kepolisian pada 19 Juli lalu. Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 0,36 gram. Sementara itu, terkait tes asesmen yang dilakukan, mantan wayang OVJ itu saat ini berada di RSKO, Cibubur, Jakarta Timur guna jalani rehabilitasi.
Berita Terkait
-
Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp10,27 Triliun, Ahmad Sahroni: Ini Standar Baru Pemberantasan Korupsi
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah
-
Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
-
Cara Lapor Program Makan Bergizi Gratis via Aplikasi Jaga Desa Kejaksaan Agung
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo