Matamata.com - Demian Aditya kembali mengharumkan nama Indonesia dalam ajang pencarian bakat dunia. Setelah sebelumnya ikut dalam America's Got Talent serta World's Got Tapent, Demian Aditya kini kembali ikut dalam ajang Australia’s Got Talent.
Dalam ajang tersebut, Demian Aditya kembali memainkan deadlock, di mana tubuh Demia dikubur di dalam pasir. Padahal ilusi ini kerap kali dimainkan oleh Demian, tapi tetap saja membawa decak kagum penonton.
"Seru sih, buat saya itu pengalaman yang beda lagi karena kan diundang dari awal lagi. Kalau di mereka mainan pasir, yang di kubur Deadlock kan yang terakhir. Nah di Australia ini diminta lagi untuk ayo dong main yang pasir lagi kayak yang Asian Got Talent," ungkap Demian Aditya saat dijumpai kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (23/8/2019) malam.
Menjadi permintaan banyak publik di Australia, Demian Aditya mengaku tak bosan. Pasalnya, ilusi yang dilakukannya guna memuaskan hasrat penonton agar dirinya bisa dikenal.
"Nggak bosan, ya gue aja pribadi kayak kenapa mainan ini masih keren di mata orang, karena kan sudah pernah dimainin berulang kan. Tapi bagi mereka nggak seperti itu, tapi gue penginnya pada saat gue mainin itu berbeda dengan yang di America's Got Talent," ujar istri Sara Wijayanto ini.
Dalam ajang ini, sebenarnya Demian Aditya telah masuk dalam babak semifinal. Tapi sayangnya, Demian tak bisa lanjut, lantaran berbenturan dengan visa kerja yang tak keluar. Walhasil membuatnya gagal manggung.
"Tapi ada sayangnya, saya nggak bisa berangkat. Jadi nggak bisa ngelanjutin babak selanjutnya karena visanya nggak keluar, sedih banget ya," kata Demian Aditya.
"Jadi mereka sudah ngurusin visa buat saya, tapi sisanya nggak keluar dari pihak Australia. Soalnya pada saat kami ke sananya pakai visa kerja. Visa kerja itu ngurusnya nggak sebentar, memang lebih sulit kalau misalnya di Australia. Jadi dari mereka minta maaf sama saya ya karena mereka pada saat ngurusin visanya itu. Visa saya nggak keluar jadi mereka minta maaf banget sorry kita undang lagi nanti deh," jelas Demian Aditya. (Revi Cofans Rantung)
Berita Terkait
-
Indonesia-UEA Kaji Kebijakan Bebas Visa dan Penambahan Rute Penerbangan Langsung
-
PrabowoPutin Bahas Bebas Visa dan Dukungan Nuklir dalam Pertemuan Tiga Jam di Kremlin
-
Visa Pendidikan Nonformal Kini Bisa Diajukan WNA, Masa Tinggal Maksimal Dua Tahun
-
Ruben Onsu Batal Berangkat Haji karena Visa Furoda, Tetap Ikhlas dan Serahkan pada Kehendak Allah
-
Sara Wijayanto Nangis Ceritakan KDRT yang Pernah Dialaminya, Wajah Babak Belur tak Bisa Buka Mata dan Mulut
Terpopuler
-
Bersama Dinda Kanya Dewi, Sherina Munaf akan Bintangi Film 'Filosofi Teras'
-
Kemenag Siapkan Pembentukan Ditjen Pesantren, Fokus Urus 42 Ribu Lembaga
-
DPR RI Minta Kemenlu Petakan Persebaran WNI di Meksiko Pasca-kerusuhan
-
Baznas RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan 2026 Sebesar Rp7,6 Juta Per Bulan
-
Menaker Yassierli Targetkan Program Magang Nasional 2026 Jangkau Seluruh Provinsi
Terkini
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo
-
Siapa Rachquel Nesia? Aktris Muda yang Baru Resmi Menikah dengan Kevin Royano