Matamata.com - Artis Chacha Frederica mengaku mendapat dukungan penuh dari suaminya, Dico Ganinduto untuk masuk salah satu pesantren di Amerika Serikat. Perempuan 29 tahun ini berniat nyantren tahun depan.
"Suami sih setuju dan senang banget pas tahu aku mau nyantren. Karena ada sepupu tinggal di sana, jadi bisa lebih mudah sebenarnya," ujar Chacha Frederica, ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019).
Disinggung kemungkinan Dico Ganinduto akan ikut mendampingi dirinya nyantren di sana, Chacha Frederica rupanya punya jawaban sendiri.
"Kalau aku ke sana selama itu Insya Allah suami ikut. Cuma kayaknya tahun ini nggak. Kayaknya tahun depan nyantren. Karena kan nyantrennya itu harus se-Minggu sampai 14 hari," sambungnya lagi.
Yang pasti, Chacha Frederica tidak terlalu khawatir meskipun muslim di Negeri Paman Sam itu masih minoritas. Dia bilang pernah punya pengalaman menyenangkan saat berkunjung ke sana dengan busaa hijab.
"Kemarin waktu aku pertama kali berhijab kan aku perginya ke Vegas dan LA bukan New York. Itu aku deg-degan pas datang ke tempat imigrasi. Apalagi visa dan paspor belum berhijab. Deg-degan kira-kira mereka bakal minta aku copot hijab nggak yah. Pikiran aku sudah jelek aja. Cuma pas dicap dia bilang 'Youu already hijab now?' 'Yes'. 'Alright.' Iya gitu aja, biasa aja senyum bilang welcome to LA. Aku sih kaget yah nggak nyangka ramah banget ternyata," tutur Chacha Frederica.
"Terus aku kan nginap di hotel. Mayoritas hotel di sana bawahnya kasino kan, pas aku lewat, mereka tahu aku pakai hijab bilangnya Masya allah Masya Allah, aku kaget karena ada yah yang kayak gitu. Cuma yang melihat sirik ada sih. Tapi yang membahagiakan hati aku juga banyak. Aku fokus ke situ aja lah," imbuhnya.
Seperti diketahui, Chacha Frederica berniat masuk pesantren yang dipimpin Shamsi Ali di New York, Amerika Serikat. Rencananya, dia akan berangkat bersama teman-teman kajiannya. [Sumarni]
Berita Terkait
-
Menlu Wang Yi Tegaskan Hubungan China-AS Stabil Harus Diwujudkan Lewat Langkah Nyata
-
Trump Puji Sejarah Hubungan AS-China: "Kita Memiliki Banyak Kesamaan"
-
AS Tetapkan Iran sebagai Ancaman Terbesar di Timur Tengah dalam Strategi Kontraterorisme Terbaru
-
Cegah Kekerasan Seksual, DPR Minta Kemenag Perketat Pengawasan Pesantren
-
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nol Toleransi untuk Kekerasan Seksual di Pesantren
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo