Matamata.com - Kriss Hatta akan menjalani sidang tuntutan atas kasus penganiayaannya dengan Antony Hillenaar, Selasa (18/11/2019). Mengenai hal tersebut, ia telah menyiapkan rancangan pembelaan.
Hal itu diungkap ibunda Kriss Hatta, Tuty Suratinah saat menjenguk putranya di Rutan Cipinang. Putranya itu meminta dibelikan kertas polio dan pena untuk menulis.
"Dia minta kertas polio dan pena tadi," ujar Tuty Suratinah di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Senin (18/11/2019).
Kriss Hatta disebut menulis pledoinya sendiri. Rencananya, Kriss Hatta juga akan membacakan pledoinya sendiri.
"Kan dia akan bacain pledoinya ya nanti. Sudah sih itu aja," jelas Tuty Suratinah.
Baik Kriss Hatta maupun ibunya berharap yang terbaik untuk hasil sidang. Mereka berharap saksi-saksi dalam persidangan dapat menjadi pertimbangan berat jaksa dalam ajukan tuntutan.
"Semoga jaksa bisa menilai dari sidang-sidang sebelumnya dan Kriss mendapat hukuman seringan-ringannya," tutur Tuty.
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
-
Pindah-pindah Agama, Deretan Artis Ini Tuai Kritik hingga Cibiran
-
Lesti Kejora Polisikan Rizky Billar, Kriss Hatta Pacari Anak di Bawah Umur
-
Kriss Hatta Pacari Anak 14 Tahun, Billy Syahputra Tepis Tuduhan Robby Shine
-
Pacari Remaja 14 Tahun, Komnas PA Tegas Minta Kriss Hatta Putus: Itu Melanggar Etika!
Terpopuler
-
Usai Raih Penghargaan MURI, Band Dadali Hadirkan Lagu 'Tanpa Dirimu di Sisiku'
-
Perempuan Cantik dan Bertalenta, Ikut 'Audisi Miss Indonesia 20th' di Jakarta
-
Warga RW 10 bersama Lurah Kalisari, Gelorakan Budaya Pilah Sampah dari Rumah
-
Konferensi Perjanjian Nuklir NPT Gagal Capai Kesepakatan, Sekjen PBB Kecewa
-
Prabowo Tegaskan RI Sudah Swasembada Pangan di Tengah Konflik Geopolitik
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo