Matamata.com - Ria Irawan dan suaminya, Mayky Wongkar sempat liburan ke Bali pada 23 Desember 2019. Karena hal itulah kondisi Ria disangka sudah membaik.
Namun hal tersebut dibantah oleh Dewi Irawan, kakak Ria Irawan. Menurut sang kakak adiknya pergi ke Bali hanya ingin melepas rasa jenuh, bukan karena sembuh dari sakitnya.
"Bukan membaik sebenarnya. Ke Bali tuh mungkin jenuh, nggak tahu suaminya sebagai care giver juga kan bolak balik ke rumah sakit, ke Bali mau refreshing," kata Dewi Irawan usai pemakaman Ria Irawan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2020).
Dewi sempat bingung dengan keinginan almarhum adiknya yang mau berlibur ke Bali. Sebab kondisi Ria Irawan saat itu sudah parah.
"Saya juga bingung untuk bangun aja dia sudah susah ya, keluar dari mobil misalnya pergi ke mana-mana keluar dari mobil tuh gotong," ujarnya.
Bahkan setelah kembali dari Bali, kondisi Ria diakui Dewi semakin memburuk.
"Nah dari Bali itu terus kita bilang, 'Ria kayaknya kamu sudah keringet dingin segala macam, ke UGD ya. Terus dia 'bilang ngapain'," katanya.
Dewi juga makin dibuat kaget ketika Ria Irawan hanya ingin dirawat hingga 6 Januari 2020, tanggal dia meninggal dunia.
"Terus saya bilang tergantung dokternya dong sampai kapan, jangan kamu yang nentuin nantikan kita ada appointment juga sama dokter," ujar Dewi.
Ria Irawan mengembuskan napas terakhir hari ini, Senin (6/1/2020) sekitar pukul 4.04 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Jenazah Ria disemayamkan di rumah duka di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Ria Irawan berjuang melawan penyakit kanker kelenjar getah bening sejak September 2014. Kanker tersebut sempat mati dan Ria dinyatakan sembuh pada awal 2019.
Namun kanker tersebut aktif kembali dan kondisi Ria Irawan mulai melemah sejak Agustus 2019. Usai jalani perawatan, kanker tersebut kemudian menyebar ke bagian paru-paru hingga di kepala. (Ismail)
Berita Terkait
-
Erick Thohir Dorong Transformasi SEA Games Jadi Jembatan Menuju Olimpiade
-
Miliki Darah Keturunan Leluhur Ratu Niang, Romo RN Sukses jadi 'Dokter Spritual'
-
Koster Minta Dukungan Luhut agar Bali Dapat Insentif Khusus Infrastruktur
-
Cegah Abrasi di Kuta hingga Candidasa, Jepang Garap Proyek Jumbo Rp1,08 T di Bali
-
Pariwisata Indonesia Berjaya di Awal 2026: Bali Dinobatkan Sebagai Destinasi Terbaik Dunia
Terpopuler
-
Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika, ITDC Targetkan Tanam 15.000 Mangrove di 2026
-
Viral Merokok dan Main Gim saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Disidang Etik Gerindra
-
Aturan Buang Sampah Palembang: Pelanggar Didenda Rp500 Ribu Mulai Hari Ini
-
Menko Pangan Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026
-
Penebusan Pupuk Subsidi Naik 36 Persen, Pupuk Indonesia Genjot Optimalisasi Distribusi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo