Matamata.com - Mantan istri Sule, Lina Jubaedah, meninggal bukan gara-gara tindak kekerasan atau diracun, melainkan karena beberapa penyakit, di antaranya hipertensi akut dan masalah lambung.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Bandung AKBP M Rifai, Lina Jubaedah sebelum meninggal memang sudah memiliki masalah hipertensi.
Bahkan dokter yang membantu persalinan Lina di Rumah Sakit Al Islam, Bandung pada Desember 2019 lalu, menyarankan perempuan 42 tahun itu melakukan operasi cesar. Namun entah mengapa, Lina ngotot untuk tetap memilih persalinan normal.
"Dokter menyarankan Lina operasi cesar. Namun almarhumah bersikeras melahirkan cesar normal. Penyampaian dari dokter, hal ini yang memungkinkan penyakit-penyakit ini timbul. Karena hipertensi tersebut," kata M Rifai dalam keterangan persnya di Markas Polrestabes Bandung, Jumat (31/1/2020).
Pada 21 November 2019, Lina Jubaedah pernah dibawa ke Rumah Sakit Al Islam dalam keadaan pingsan. Setelah dilakukan pengecekan, dokter menyebut ada masalah pada lambung Lina.
"Kemudian tanggal 24 November hal yang sama di Al Islam disampaikan oleh dokter, lambungnya ini semakin parah. Keluarga kemudian mencari second opinion dengan membawa Lina ke Rumah Sakit Santosa, Bandung. Dokter di rumah sakit tersebut juga menyatakan hal yang sama, masalah lambung yang parah," ungkap M Rifai.
Polisi memastikan kondisi tersebut sudah diketahui oleh suami Lina Jubaedah, Teddy. Tapi rupanya selain penyakit lambung, ada penyakit lain yang tidak diketahui, baik oleh pihak rumah sakit maupun keluarga.
"Apakah ada penyakit lain, tapi yang terdeteksi penyakit lambung yang kronis, termasuk hipertensi. Kalau untuk penyakit lain, ditemuukan saat autopsi, itu batu empedu yang tidak tedeteksi," ujar M Rifai.
Suara.com/Herwanto
Baca Juga
Berita Terkait
-
Kemenhut Cabut Izin Pengelola Bandung Zoo demi Selamatkan Satwa
-
Jaga Daya Beli Jelang Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Bansos Pangan Hingga Diskon Transportasi
-
Seskab Teddy dan Gubernur Aceh Bahas Penyelesaian 4.000 Hunian Pascabencana
-
Presiden Prabowo Gelar Ratas di Hambalang, Evaluasi Progres Program Strategis Nasional
-
Dari London, Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Lingkungan
Terpopuler
-
Danantara Bukan Regulator, Pengamat: Kekhawatiran di Pasar Modal Terlalu Dini
-
Mendag Minta Produsen Perbanyak 'Second Brand' untuk Dampingi Minyakita
-
Menteri LH Hanif Faisol Instruksikan Pemda Konsisten Tangani Darurat Sampah
-
Xi Jinping Telepon Trump, Tegaskan Taiwan Garis Merah Hubungan China-AS
-
Kemenhut Cabut Izin Pengelola Bandung Zoo demi Selamatkan Satwa
Terkini
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo
-
Siapa Rachquel Nesia? Aktris Muda yang Baru Resmi Menikah dengan Kevin Royano
-
Tak Perlu Bingung, Ini 5 Tips Mengunjungi Universal Studio Japan Saat Peak Season