Matamata.com - Andhy Sugiyano, ayah Rheina Ipeh menutup usia di usia 71 tahun karena mengidap sakit paru-paru dan jantung. Ternyata sebelum meninggal, ia sudah menjadi mualaf pada Desember 2019.
"Papa ku katolik. Jadi Desember sebelum papa ulang tahun, tiba-tiba papa memutuskan untuk menjadi mualaf," kata Rheina Ipeh, saat ditemui di TPU Penggilingan di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (17/3/2020).
Dalam kesempatan yang sama, suami Rheina Ipeh, sutradara Findo Purwono mengungkap alasan sang ayah mertua menjadi mualaf. Menurut sutradara sinetron Ganteng-Ganteng Serigala ini, Andhy Sugiyono ingin saat meninggal kelak mendapatkan doa dari kelaurga.
Hal yang sama diakui Rhena Ipeh. "Papa ngomong begitu terus. Intinya papa ngerasa bahwa itu jalan yang terbaiknya," timpal Rheina Ipeh.
Di mata Rheina Ipeh, sosok almarhum merupakan ayah yang baik dan tidak pernah merepotkan keluarga, terutama kepada anak-anaknya.
"Papa tuh orangtua yang nggak terlalu banyak neko-neko. Nggak ada nyusahin, nggak pernah minta apa-apa," tutur Rheina Ipeh. (Herwanto)
Berita Terkait
-
7 Potret Masa Muda Seleb Pemeran Ibu di Sitkom, Nani Wijaya Wajahnya Beda Banget
-
Karena Virus Corona, Rekan Artis Tak Berani Melayat Ayah Rheina Ipeh
-
Vanessa Angel Diamankan Diduga Narkoba, Konser Ayu Ting Ting Ditunda
-
Sakit Infeksi Paru-paru, Ayah Rheina Ipeh Meninggal Dunia
-
LIVE: Prosesi Pemakaman Ayah Rheina Ipeh
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo