Matamata.com - Nama Tara Basro sudah melejit sebagai aktris papan atas negeri ini. Melalui live Instagram bersama Joko Anwar , Minggu (29/3/2020), Tara pun menceritakan awal kariernya di dunia seni peran.
Joko Anwar memberikan informasi bakal mengulik bagaimana kerjasama seorang sutradara dengan aktor saat syuting saat live. Di situ pula, Joko Anwar penasaran awal karier seorang Tara Basro.
"Awalnya itu sebenarnya gue menikmati art (seni), baik itu menyanyi, menari atau pun akting. Suatu hari ada musikal dibikin, dan kebetulan yang bikin itu Bang Joko Anwar. Awalnya modeling segala macam, wah boleh nih nyoba, akting, tapi enggak bakat. Akhirnya modal nekat audisi," ungkap Tara Basro, menjawab pertanyaan Joko Anwar.
Tara Basro buka-bukaan casting pertamanya terjadi pada usianya 19 tahun. Saat memasuki ruangan audisi kala itu, rasa gugup hingga ketakutan dirasakan bintang film Perempuan Tanah Jahanam tersebut.
"Umur 19 tahun (ikut audisi itu). Terus sudah itu masuk ke ruang audisi serem banget, dengerin orang nyanyi keren banget. Terus nyanyi, akting, sama nari lulus, giliran akting tengtong (tidak lulus). Ternyata nggak dipanggil aku," kata Tara Basro.
Lalu rasa penasaran Tara Basro dunia akting bermula dari kegagalan casting itu. Perempuan 29 tahun ini pun tak menyerah dan kembali mencoba-coba casting sebuah film.
"Nggak lama nyoba lagi casting, karena penasaran. Kebetulan aku ngerjain proyek dan belajar, ada beberapa proyek kadang-kadang ada akting coach-nya. Jadi kalu ditanya kenapa jadi aktor, karena aku menikmati prosesnya,” jelas Taro Basro.
Tara Basro sudah mengantongi peran-peran apik dan menantang sepanjang perjalanan kariernya sejauh ini. Selain Perempuan Tanah Jahanam, dia ikut membintangi film besar seperti Gundala, Pengabdi Setan dan A Copy of My Mind.
Berita Terkait
-
Abimana dan Morgan Oey Ceritakan Rumitnya Syuting Laga 15 Menit di Ghost in the Cell
-
Kebijakan Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bandel ke Barak Tuai Pro-Kontra, Joko Anwar: Cara Lama Tak Bikin Anak Lebih Baik
-
Joko Anwar Klarifikasi Soal Film Pengepungan di Bukit Duri: Bukan Untuk Menyebar Ketakutan, Tapi Mengajak Dialog
-
Adu Banyak Jumlah Penonton Film Siksa Kubur dan Badarawuhi di Desa Penari di Hari Pertama Tayang
-
Series Netflix Garapan Joko Anwar, Ini 4 Fakta Nightmares and Daydreams yang Tayang Tahun Ini
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo