Matamata.com - Saat ini, artis Roro Fitria tengah menjalani masa asimilasi rumah di kediaman penjaminnya di Bogor. Hal itu terkait dengan pembebasan bersyaratnya hingga 16 Mei kemudian.
Roro Fitria akan bertolak ke Yogyakarta untuk nyekar ke makam ibundanya, Retno Winiangsih, usai diizinkan bebas keluar rumah. Hal tersebut disampaikan oleh penjamin Roro yang juga kerabatnya, Risti, yang rumahnya saat ini ditinggali Roro Fitria.
"Iya rencananya sih nyekar, kalau sudah boleh keluar dia mau ke rumahnya terus nyekar ke Jogja," ujar Risti saat dihubungi, Minggu (5/4/2020).
Risti pun menjelaskan, aktivitas Roro Fitria yang amsih terbatas usai dibebaskan beberapa hari yang lalu.
"Iyaa belum (nyekar), mungkin setelah Pembebasan Bersyarat (PB) nya udah, boleh keluar rumah. Ini kan masih masa asimilasi, kalau selesai dia mau ke rumahnya terus ke mamahnya nyekar," bebernya.
Risti menuturkan saat ini aktivitas Roro Fitria hanya di rumah saja sama seperti orang-orang kebanyakan yang sedang menjalani social distancing. Diungkapkannya, orang pertama yang diingat Roro usai bebas adalah almarhum ibunya.
"Oh yang pasti selama dia pulang karena baru keluar dia banyak istirahat sih. Kalau untuk sedih karena inget mamahnya ya pasti. Karena kan mamahnya udah nggak ada," katanya.
"Pas udah keluar yang pertama dia inget itu ya mamahnya. Tapi dia bersyukur juga bisa pulang lebih cepet. Kalau sekarang yaa dia sih kayak biasa ibadah, kemarin juga masak-masak biasa yaa sama saya, lebih ke kegiatan sehari-sehari sih" sambung Risti mengakhiri.
Diketahui, ibunda Roro Fitria, Retno Winiangsih meninggal dunia pada (15/10/2018). Kala itu Roro Fitria masih menjalani sidang kasus narkotika yang menjeratnya.
Sebelumnya, sebagai dampak kebijakan pemerintah untuk membebaskan 30.000 narapidana demi meminimalisir penyebaran virus corona, Roro Fitria bebas dari penjara lebih awal pada 2 April 2020.
Berita Terkait
-
DPR Desak Evaluasi Total Aturan Daycare Pasca-kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta
-
Kementerian Kebudayaan Dukung Gelaran Hari Wayang Dunia 2026 di Yogyakarta
-
Sultan HB X Gelar Prosesi Jejak Banon, Tradisi Langka yang Hanya Digelar Setiap Delapan Tahun
-
Sultan HB X: Aspirasi Mahasiswa Harus Disampaikan Tanpa Kekerasan
-
Dukung Pendidikan Anak Usia Dini, Mahasiswa UMB Yogyakarta Gelar KKN di Dusun Jatirejo
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo