Matamata.com - Sidang gugatan yang dilayangkan Syakir Daulay kepada ProAktif terpaksa harus ditunda. Sidang dengan agenda mediasi itu akan kembali digelar pekan depan.
Penundaan sidang tersebut lantaran berkas pihak tergugat belum lengkap. Hal ini dikatakan oleh kuasa hukum Syakir, Haris Azhar.
"Pihak Sugianto (ProAktif) kuasa hukumnya belum melengkapi dokumen. Demikian juga pihak YouTube atau Google," kata Haris Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2020).
Majelis Hakim memberikan waktu kepada pihak tergugat selama satu minggu untuk melengkapi berkas.
Jika semua berkas yang dibutuhkan sudah terkumpul, maka sidang akan bisa kembali digelar.
Syakir Daulay menggugat ProAktif ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait kontrak kerja sama pembelian akun YouTube. Syakir diwakili kuasa hukumnya, Haris Azhar, menilai kontrak tersebut justru merugikan kliennya.
Selain ProAktif, syakir juga menggugat Google dan YouTube. Dia menuntut immateriil sebesar Rp 100 miliar.
Gugatan Syakir ini merupakan perlawanan setelah dirinya dilaporkan ProAktif ke Polda Metro Jaya atas kasus pencemaran nama baik. Pemilik ProAktif, Agi Sugianto, merasa nama baiknya dicemarkan karena Syakir tak mengakui bahwa channel Youtubenya sudah dijual padanya. (Herwanto)
Berita Terkait
-
Kuras Emosi! Auzan Noh dan Syakir Daulay Kompak Bintangi Film 'Dua Nafas'
-
Syakir Daulay Disomasi Gegara Singgung Teks Proklamasi Untuk Promo Film: Lu Napa Jadi Gini Bang?
-
Syakir Daulay Panen Hujatan karena Dinilai Lecehkan Teks Proklamasi, Kini Disomasi
-
Biodata dan Agama Syakir Daulay
-
Dianggap Lecehkan Teks Proklamasi, Syakir Daulay Ramai Kena Somasi: Itu Sakral!
Terpopuler
-
Pengusaha Sandiana Soemarko, Mengedepankan Kepedulian Sosial di Indonesia
-
Didukung Sang Bunda, Jirayut jadi Pemeran Utama di Film 'Cek Khodam'
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
-
Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo