Matamata.com - Renald Ramadhan diamankan pihak kepolisian pada 15 Oktober lalu. Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,4 gram. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Renald Ramadhan memakai sabu karena ingin kurus.
"Kalau di awal pengakuannya, untuk membuat badannya kurus," kata Yusri Yunus dalam konfrensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2020) siang. Alasan ini pun sangat disayangkan Yusri Yunus. Menurutnya, alasan memakai sabu atau narkotika lainnya karena ingin kurus, adalah anggapan yang sagnat keliru.
"Kami mengimbau, kami tidak segan-segan baik untuk pemakai atau pengedar, ini hal yang salah. Dia mengartikannya bahwa dia pakai sabu untuk buatnya kurus," kata Yusri Yunus menambahkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Renald Ramadhan ditangkap polisi di sebuah hotel di kawasan Depok, Jawa Barat pada 15 Oktober 2020 sekitar pukul 18.30. Dari penangkapan itu, polisi menemukan tiga paket narkotika jenis sabu dengan berat total 0,4 gram.
Menurut Yusri Yunus, bintang sinetron Dari Jendela SMP itu telah lima kali membeli sabu, dengan bandar yang berbeda-beda.
Yang terakhir, Renald Ramadhan membeli sabu dari seorang bandar berinisial P. Atas kasus ini, Renald Ramadhan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika.
Berita Terkait
-
9 Pesona Emiliano Cortizo 'Dari Jendela SMP', Pacaran dengan Ratu Sofya?
-
Kiesha Rahasiakan Kasus Narkoba Bintang Dari Jendela SMP ke Okie Agustina
-
Renald Ramadhan Beli Sabu Rp 400 Ribu, Polisi Kejar Penyuplai
-
Renald Ramadhan Tersandung Kasus Narkoba, Taqy Malik Resmi Menikah
-
Renald Ramadhan Akan Diadili Secara Khusus karena Masih di Bawah Umur
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo