Matamata.com - Gatot Brajamusti meninggal dunia pada Minggu sore (8/11/2020). Putri Aa Gatot Brajamusti, Suci Patia membagikan kabar duka lewat Instagram Story.
Ia mengunggah foto masa kecil bersama Aa Gatot yang merupakan mantan Ketua Umum PARFI.
Tampak foto Aa Gatot yang masih muda tampak duduk merangkul anaknya.
"Selamat menuju keabadian, papa sayang," tulisnya di Insta Story, Minggu (8/11/2020).
Ia mengatakan, meski sang papa telah tutup usia, namun cintanya tak akan pernah padam.
"Papa akan bersemayam hidup dalam hati ini, selamanya," imbuh perempuan yang berprofesi sebagai presenter ini.
Sosok Aa Gatot Brajamusti mulai dikenal publik saat menjadi guru spiritual Reza Artamevia.
Bukan hanya pelantun Aku Wanita ini, tapi juga beberapa lainnya seperti Elma Theana. Sayangnya pada 29 November 2019, Aa Gatot tersandung kasus narkoba. Ia ditangkap bersama Reza Artamevia di Mataram, NTB.
Lalu dia juga dinyatakan bersalah atas kasus kepemilikan senjata ilegal dan asusila. Dia pun harus menjalani hukuman selama 20 tahun atas kasus-kasus tersebut.
Berita Terkait
-
Reza Artamevia Makin Bugar Habis 6 Bulan Direhabilitasi
-
Pengacara Sebut Reza Artamevia Dapat Sabu dari Gatot Brajamusti di Lapas
-
Tak Terawat, Bekas Padepokan Gatot Brajamusti Sempat Buat Warga Ketakutan
-
Sebelum Meninggal, Ini Pesan Terakhir Gatot Brajamusti ke Anaknya
-
Pemakaman Gatot Brajamusti Dipadati Warga Sukabumi
Terpopuler
-
DPR Desak Evaluasi Total Aturan Daycare Pasca-kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta
-
KSP Muhammad Qodari Buka Suara Terkait Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih
-
MPR Desak PBB Jatuhkan Sanksi Keras ke Israel Usai Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon
-
Fadli Zon Respons Putusan PTUN Jakarta Terkait Gugatan Isu Pemerkosaan Mei 1998
-
Srikandi Paspampres Unjuk Gigi dalam Upacara Kawal Istana Merdeka Spesial Hari Kartini
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo