Matamata.com - Menanggapi video syur Gisel dan Nobu berdurasi 19 detik, pakar telematika Roy Suryo mengungkapkan dugaan soal durasi sebenarnya.
Menurutnya, video syur itu tak hanya berdurasi 19 detik seperti yang beredar di sosial media. Ini karena tidak jelas bagian awal dan akhirnya.
""Aslinya saya yakin lebih dari 19 detik, nggak cuma 19 detik karena me-retake-nya kan dia itu awalnya tidak kelihatan ujung awalnya juga tidak kelihatan ujung akhirnya," papar Roy Suryo seperti Matamata.com lansir dari Solopos.com.
Roy menduga video yang tersebar hanya bagian tengah-tengahnya saja dan masih ada bagian awal hingga akhir. Oleh karena itu, ia yakin kalau video syur Gisel dan Nobu aslinya lebih panjang durasinya.
Ia pun meminta agar polisi menyelidiki lebih dalam keterangan Gisel dan Nobu yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Sebelumnya Roy menjelaskan hasil analisisnya kalau video syur Gisel dan Nobu ternyata hasil rekaman ulang.
"Ini sebenarnya adalah hasil re-take," kata Roy Suryo dikutip dari acara Sapa Indonesia Malam, Kompas TV, baru-baru ini.
"Re-take itu adalah ada video sebenarnya, diputar, kemudian direkam ulang. Seorang perempuan dan laki-laki yang sedang melakukan perbuatan sesuatu yang saya tidak berniat menilai moralnya, tetapi itu kemudian direkam ulang menggunakan gadget," katanya menambahkan.
Untuk pelaku yang menyebarkan hasil video rekaman diduga Roy Suryo ada maksud tertentu . Alih-alih menyebarkan dokumen asli di media sosial.
"Kenapa direkam ulang? Jadi itu ada maksudnya, supaya tidak terdeteksi kapan video ini dibuat yang asli. Bahkan suaranya dihilangkan," kata mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini.
Berita Terkait
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri Usai Ditangkap, Kuasa Hukum Buka Suara
-
Jusuf Kalla Lapor Bareskrim, Seret Nama Rismon Sianipar Soal Dugaan Hoaks Ijazah Jokowi
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Rismon Sianipar Akui Keaslian Ijazah Jokowi, Ajak Roy Suryo Edukasi Terbuka
-
Roy Suryo dkk Minta Uji Forensik Independen atas Ijazah Jokowi
Terpopuler
-
Komunitas Rider Kalisari R2L, Gelar Touring Kebersamaan ke Bogor
-
Ingin Karyanya Lebih Bernyawa, Anggia Novita Optimistis Produseri Soundtrack Film 'Juminten Edan'
-
Pupuk Indonesia Sediakan 6 Mobil Uji Tanah Gratis di Sumatera demi Ketahanan Pangan
-
Sepakat Berkolaborasi! Hard Lights, BEAUZ, dan Solar State, Rilis Lagu 'Mad World'
-
Kuras Emosi! Auzan Noh dan Syakir Daulay Kompak Bintangi Film 'Dua Nafas'
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo