Matamata.com - Musisi Tompi menceritakan pengalamannya selama pergi ke Aceh untuk memakamkan sang ibu, Safira belum lama ini.
"Saya ajak adik, istri naik mobil ke Banda Aceh, dengan harapan fasilitas Covid-19 jauh lebih baik dari Lhokseumawe," ujar Tompi di Instagram TV, Sabtu (15/5/2021).
Namun Tomi terkejut saat mendengar cerita dari tim medis. Diceritakan, kengerian orang-orang yang minim kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona di daerah tersebut.
"Saya menemukan beberapa hal gila. Kepala perawat ini cerita 'dokter Tompi saya baru habis dari pasar, saya kaget, ketemu dengan beberapa orang yang positif Covid-19, namun masih berdagang'," ucapnya.
Aktivitas itu tetap dilakukan karena penderita Covid-19 hanya memiliki gejala ringan.
"Gimana coba? Bayangkan kalau ada ribuan orang seperti ini yang bodo amat," kata Tompi.
Fenomena ini membuat ironi Tompi. Satu sisi mereka harus mencari nafkah demi keluarga, namun mempertimbangkan juga keselamatan orang lain.
"Mungkin pemerintah perlu mendukung siapapun (yang terpapar covid-19) dengan santunan. Nggak cukup anjuran isolasi mandiri," ucap sahabat mendiang Glenn Fredly ini.
Kengerian lain hadir saat Tompi bertemu dengan aparatur negara yang meragukan adanya Covid-19.
"Saya ketemu dengan satu polisi yang pangkatnya bukan receh, bertanya ke saya dengan kalimat? Betul Tompi ibunya Covid? Saya pikir Covid itu nggak ada," ujar Tompi heran.
Inilah yang membuat Tompi tak merasa heran jika masyarakat di sana minim kekhawatiran terhadap virus corona.
Berita Terkait
-
Tompi Jelaskan Kondisi Medis Mata Gibran dan Kritik Stand-Up Comedy Pandji Pragiwaksono
-
Setengah Perempuan Indonesia Alami Obesitas Sentral, Kemenkes Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke
-
BMKG Imbau Pelayaran Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Sabang-Banda Aceh
-
Lonjakan Kasus Covid-19 Terjadi, Kemenkes: Fatalitas Rendah, Penularan Masih Terkendali
-
Tompi Meradang ke Tim Atta Halilintar usai Jadi Korban Konten Pamer, Singgung soal Makhluk Bodoh
Terpopuler
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah
-
Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
-
WWF Ajak Masyarakat hingga Swasta Kolaborasi Promosikan Pangan Lokal
-
Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" Resmi Menguras Air Mata di Bioskop Mulai Hari Ini
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo