Matamata.com - Faisal selaku ayah Bibi Ardiansyah baru-baru ini menerima kiriman foto putranya di lokasi kecelakaan. Foto itu kabarnya diambil tak lama setelah Bibi dan sang istri, Vanessa Angel, mengalami kecelakaan di tol Jombang-Mojokerto.
Dalam foto tersebut, almarhum Bibi disebutkan masih berada di dalam mobil yang ringsek pasca kecelakaan. Foto itu didapatkan oleh Faisal dari salah satu anaknya, yakni Frans.
Sementara Frans menerima potret mendiang kakaknya itu dari supir yang membawa mobil mendiang Bibi dan Vanessa Angel di hari kejadian, Tubagus Joddy. Faisal langsung lemas saat melihat foto itu.
"Masuk satu foto (ke ponsel), wah parah banget, saya lemas, langsung saya telepon mamahnya," kata Faisal ketika menjadi bintang tamu acara "Hotman Paris Show" seperti dikutip pada Jumat (19/11/2021).
Saat tahu bahwa Joddy yang mengirim foto tersebut, Hotman Paris selaku pemandu acara lantas berkesimpulan sang sopir sadar usai alami kecelakaan.
"Berarti si Joddy sadar ya?" tanya Hotman.
"Sadar. Pas kejadian kalau menurut saya mungkin cucu saya (anak Vanessa dan Bibi) masih merangkak, dia telepon adiknya Febri, baru saya telepon," kata Faisal.
Usai diberitahu Frans soal kecelakaan, Faisal memang langsung menghubungi Joddy untuk bertanya langsung apa yang sebenarnya terjadi. Sayangnya, dia tak mendapat jawaban pasti mengenai kondisi Bibi dan Vanessa.
Tapi kata Faisal, Joddy sempat bilang kalau Vanessa masih dalam keadaan sadar.
Faisal dan keluarga baru baru diberitahu polisi kalau Bibi dan Vanessa meninggal pada sore hari. ketika itu mereka sedang dalam perjalanan menuju Surabaya.
Berdasarkan keterangan polisi, tubuh Bibi Ardiansyah terjepit di dalam mobil yang sudah ringsek. Sementara Vanessa yang tak memakai sabuk pengaman terpental keluar sejauh beberapa meter.
Sementara itu, Tubagus Joddy sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan ini. Ia tengah ditahan di Polres Jombang.
Joddy diketahui telah melanggar batas kecepatan maksimal berkendara di jalan tol, yakni 80 kilometer per jam.
Atas perbuatannya, Joddy dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 310 ayat 4 dan 311 ayat UU Nomor 22 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.
Berita Terkait
-
Polda Metro Jaya Periksa Instansi Terkait dan Ditjen Perkeretaapian Soal Kecelakaan di Bekasi
-
Kemensos Lakukan Asesmen Menyeluruh bagi Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Update Insiden Bekasi Timur: Korban Meninggal Bertambah Jadi 16 Orang, KAI Mulai Uji Coba Jalur
-
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Menhub: Ini Pelajaran Penting untuk Evaluasi Menyeluruh
-
Prabowo Siapkan Rp4 Triliun untuk Perbaiki 1.800 Perlintasan Kereta di Jawa
Terpopuler
-
Menkeu Jamin Anggaran Alutsista hingga Makan Bergizi Gratis Tak Ganggu APBN
-
Menkeu Purbaya Respons Kritik The Economist, Tegaskan Defisit APBN Terkendali
-
Usut Dugaan Markup Sepatu Sekolah, Mensos Copot Dua Pejabat Kemensos
-
Presiden Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Menkop: Siap Jadi Offtaker Produk Lokal
-
DPR Dukung Perubahan Nomenklatur Prodi Teknik Menjadi Rekayasa agar Selaras Istilah Global
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo