Matamata.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan seluruh korban kecelakaan kereta api di Bekasi akan menjalani asesmen menyeluruh. Langkah ini bertujuan agar para korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, mendapatkan program pemberdayaan sosial yang tepat sasaran.
"Semuanya akan kita lakukan asesmen dan diberikan dukungan program sesuai kebutuhan masing-masing. Kebutuhan setiap keluarga tentu berbeda-beda," ujar Saifullah saat takziah ke rumah duka almarhumah Hj. Nuryati (63), salah satu korban kecelakaan, di Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/4).
Insiden maut tersebut terjadi pada Senin (27/4) malam di Stasiun Bekasi Timur, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasar Turi dan KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang. Data terbaru mencatat musibah ini mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 81 orang luka-luka.
Saifullah menegaskan bahwa kehadiran Kementerian Sosial merupakan instruksi langsung Presiden untuk memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban.
Saat mengunjungi rumah duka di Jalan Utan Panjang, Mensos mengungkapkan bahwa almarhumah Hj. Nuryati adalah sosok pahlawan ekonomi keluarga. Selain aktif sebagai pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), almarhumah diketahui mengelola usaha warung untuk menghidupi delapan anaknya.
"Beliau memiliki usaha warung kecil-kecilan. Kami ingin musibah ini tidak menggoyahkan ekonomi keluarga. Kemensos akan mendampingi agar usaha tersebut bisa dipertahankan, bahkan kalau perlu naik kelas," tegasnya.
Sebagai langkah awal, Kemensos telah menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa sembako, santunan uang tunai, serta dukungan psikososial. Bantuan ini merupakan bentuk tali asih pemerintah di luar santunan asuransi Jasa Raharja.
Namun, Gus Ipul menekankan bahwa fokus jangka panjang pemerintah adalah kemandirian ekonomi ahli waris.
"Kami akan memberikan pendampingan sesuai hasil asesmen. Kami berterima kasih kepada keluarga yang terbuka menyampaikan kondisinya, sehingga kami bisa menindaklanjuti dengan program-program pemerintah yang relevan," pungkasnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Mensos Tegaskan Pelaku Korupsi di Kemensos Bakal Dikejar hingga Pensiun
-
Bernilai Rp10,1 Miliar, Kemensos Lelang 6,2 Kg Emas dan Mutiara untuk Bantu Keluarga Rentan
-
Usut Dugaan Markup Sepatu Sekolah, Mensos Copot Dua Pejabat Kemensos
-
Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat, Gus Ipul Konsultasi ke KPK
-
Mensos Bentuk Tim Khusus dan Gandeng KPK Usut Polemik Pengadaan Barang
Terpopuler
-
Mendag: Pemerintah Beri Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kg Hadapi Gejolak Global
-
Ciara Brosnan hingga Jefan Nathanio, Kompak Dalami Peran Menantang di Sinetron 'Asmara Gen Z'
-
Menko Muhaimin: Makan Bergizi Gratis Prioritas untuk Masyarakat Miskin 3T
-
ARTJOG 2026 Angkat Tema Ars Longa: Generatio, Soroti Relasi Antargenerasi dalam Seni
-
AS Belum Undang Putin ke KTT G20 di Miami, Kemlu Rusia Buka Suara
Terkini
-
Mendag: Pemerintah Beri Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kg Hadapi Gejolak Global
-
Menko Muhaimin: Makan Bergizi Gratis Prioritas untuk Masyarakat Miskin 3T
-
AS Belum Undang Putin ke KTT G20 di Miami, Kemlu Rusia Buka Suara
-
Prabowo Perintahkan Mendikdasmen Bentuk Tim Evaluasi Buku Pelajaran Sekolah
-
Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Cari Energi Alternatif, Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap