Matamata.com - Keluarga dan kerabat akhirnya datang untuk berusaha melihat jenazah Dorce Gamalama yang masih berada di RS Pusat Pertamina (RSPP) Simprug, Jakarta. Mereka tiba dalam satu rombongan menumpang satu mobil taksi. Tangis keluarga pun pecah ketika mereka bertemu dengan mereka yang sudah lebih dulu tiba di RS.
Tampak, keluarga Dorce Gamalama menangis dan berpelukan satu sama lain untuk saling menguatkan.
Rombongan keluarga yang baru datang tampak membawa satu koper besar berwarna merah. Ternyata, koper tersebut berisi perlengkapan pengurusan jenazah Dorce Gamalama, termasuk kain kafan.
Keluarga sengaja membawanya untuk diserahkan kepada pihak rumah sakit.
"Kafannya jangan sampai kotor ya, pak," ucap anggota keluarga Dorce Gamalama saat menyerahkan koper tersebut.
Sebelum meninggal, Dorce Gamalama memang sudah menyiapkan kain kafan untuk dipakai nanti. Karenanya, keluarga ingin melaksanakan wasiat Dorce.
"Ini amanah pak," kata keluarga yang lain kepada salah seorang petugas rumah sakit tersebut.
Dorce Gamalama meninggal dunia pukul 07.30 pagi tadi di RSPP Simprug, Jakarta. Menurut keterangan Hetty Sunjaya selaku kerabat, Dorce berpulang usai terinfeksi Covid-19 selama 3 minggu. (Adiyoga Priyambodo)
Tag
Berita Terkait
-
Semula Mau Jadi Museum Rumah Dorce Malah Dibanting Harga? Dari Rp2 M Dilepas di Angka Segini
-
Keluarga dan Anak Angkat Dorce Gamalama Rebutan Warisan, Hotman Paris Siap Bantu: Gak Usah Bayar!
-
Keisya Levronka Komen Beauty And The Beast ke Marshel, Indra Kenz Berisi
-
Keluarga Desak Anak Angkat Segera Ungkap Wasiat Dorce Gamalama, Ternyata buat Bayar Utang
-
Anak Angkat dan Keluarga Kandung Dorce Gamalama Diduga Ribut Perkara Warisan, Videonya Viral!
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo