Matamata.com - Soleh Solihun mengeluhkan adanya aduan dari netizen ke YouTube perihal konten video lawas bincang-bincang dengan Ariel NOAH. Dalam surat aduan tersebut, Soleh Solihun mengungkap aduan konten dengan Ariel NOAH bersumber dari netizen yang tidak puas.
"Dapat email dari YouTube, katanya ada yang mengajukan keluhan ke YouTube," ujar Soleh Solihun.
Pasalnya, netizen tidak disediakan subtitle sehingga tidak mengerti ucapan idola mereka, Ariel NOAH.
"Karena video wawancara saya dengan Ariel yang berbahasa Sunda gak dikasih terjemahan," sambungnya.
Menurut Soleh Solihun, kanal YouTube-nya sudah dibuat nyaman untuk dinikmati karena tidak dipasang fitur iklan.
"YouTube gak ada adsense nya aja masih ada yang ngatur-ngatur," ucapnya.
Oleh karena itu, Soleh Solihun mengutarakan ekspresi kekesalannya mengingat kanal YouTube-nya tidak dipasang iklan.
"Netijen oh netizen," pungkasnya ditilik dari akun Twitter @solehsolihun pada Jumat (25/3/2022).
Sementara itu, beberapa netizen turut memberikan komentar dan respons yang beragam.
"Kalo go publik ya siap dikoreksi donk," tulis seorang netizen, "Udah gila, pasti fans Ariel norak," balas netizen lain, "Terkutuk netizen seperti itu," ujar netizen lainnya.
Berita Terkait
-
Beri Hadiah Ratusan Juta, Raffi Ahmad dan Nagita Gandeng Legenda Sepak Bola Italia di 'Padel Wars'
-
DPR Bahas Manajemen Royalti, Ariel Noah hingga Vina Panduwinata Hadir di Parlemen
-
Momen Hangat: Ariel NOAH Dapat Ciuman dari Alleia usai Pertandingan Voli, Aksi Ayah-Anak Ini Curi Perhatian Publik
-
Ariel NOAH Tegaskan Setuju Sistem Direct License, tapi Angkat Suara soal Pelaksanaannya
-
Dibatalkan Mendadak, Kunjungan Ariel NOAH hingga Raffi Ahmad ke NTB Batal
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo