Ade Wismoyo Rena Pangesti | MataMata.com
Kronologi Kasus Nikita Mirzani dengan Dito Mahendra. (Instagram/@nikitamirzanimawardi_172)

Matamata.com - Nikita Mirzani beberkan kisah saat ia ditangkap Polresta Serang Kota di Senayan city Mall. Ia menceritakan satu fakta yang selama ini belum terungkap.

Ibu tiga anak itu bercerita kepada Irfan Hakim dan Raffi Ahmad terjadi keributan. Peristiwa itu tidak lama setelah sang artis dan anak bungsunya, Arkana ditangkap dan dibawa dengan mobil.

Baca Juga:
Profil Moon Ji Hyo, Aktris Pendatang Baru Diduga Pacar Kang Seung Yoon WINNER

Nikita Mirzani bahkan sampai menutup telinga Arkana supaya keributan itu tidak terlalu didengar sang putra.

"Kuping anakku, aku tutup begini," ujar bintang film Nenek Gayung ini.

Raffi Ahmad coba meyakinkan lagi cerita Nikita Mirzani bahwa ada keributan dengan pihak polisi saat itu.

Baca Juga:
10 Artis Jadi Menantu Pejabat, Banyak yang Pensiun dari Dunia Entertainment

Raffi Ahmad dan Nikita Mirzani (YouTube.com)

"Ada keributan di dalam? Tapi hanya ribut verbal saja kan?" tanya Raffi Ahmad.

Nikita Mirzani menjawab singkat, "iya, iya."

Penangkapan Nikita Mirzani terjadi karena laporan Dito Mahendra. Pacar Nindy Ayunda itu mempolisikan sang artis atas tuduhan pencemaran nama baik dan ITE.

Baca Juga:
Pesulap Merah Diancam Santet Para Dukun, Ladeni dengan Cengengesan: Masa Pakai Metode Santet yang Anak-anak?

Nikita Mirzani ditangkap di Senayan City Mall, Jakarta Pusat pada Kamis (21/7/2022). Ia kemudian dibawa ke Polresta Serang Kota untuk dimintai keterangan.

Nikita Mirzani [podcast Dodit Mulyanto]

Setelah bermalam di kantor polisi, Nikita Mirzani akhirnya dibebaskan. Salah satu alasan polisi membebaskan ibu tiga anak ini karena adanya permohonan dari pengacara.

"Dengan pertimbangan kemanusiaan, saudari NM harus mendampingi tiga anak. Maka penyidik mengakomodir permohonan saudari NM untuk tidak ditahan," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga, Jumat (22/7/2022).

Baca Juga:
Profil Firdaus Oiwobo, Pengacara yang Polisikan Pesulap Merah

Load More