Matamata.com - Pihak pengacara Rizky Billar mempersoalkan keberangkatan Lesti Kejora ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah di tengah laporan soal KDRT yang ia tujukan ke sang suami.
Sang pengacara bahkan menyebut Lesti bukanlah istri yang baik karena meninggalkan suaminya dalam keadaan tertekan secara mental setelah dilaporkan atas kasus KDRT. Seperti diketahui, Billar kini mendapat hujatan dan kecaman publik karena diduga kuat menganiaya Lesti Kejora.
Dalam tayangan Youtube Intens Investigasi, pengacara Rizky Billar menyoroti sikap Lesti yang tak minta izin secara langsung pada Billar saat akan berangkat Umrah.
"Dia pamitan lewat pesan saja, seharusnya istri yang benar itu dia datang ke rumah suaminya untuk pamitan apakah diizinkan untuk melaksanakan umroh," ucap pengacara Rizky Billar.
Sang pengacara juga menyebut, dengan kekayaan yang dimilikinya, Lesti seolah bisa bertindak seenak hati tanpa izin dari suami sahnya.
"Apakah itu seorang istri yang baik? Itu masih sah lho, masih sah suaminya. Apakah karena dia memiliki kekayaan, lalu seorang istri bisa sesuka hatinya?" lanjut sang pengacara.
Tak sampai di situ, kuasa hukum Billar juga menuding Lesti sengaja meninggalkan Billar dan membiarkan ia tersiksa secara mental karena hujatan publik.
"Di mana harga diri suaminya? Dia seolah-olah membiarkan penyiksaan mental terhadap suaminya. Dengan keluarga umroh tapi suami tersiksa seperti ini," lanjut sang pengacara.
Netizen yang melihat video tersebut lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka membela Lesti Kejora.
"Semakin keluarga Billar berkoar-koar semakin terlihat bagaimana keluarga Billar sesungguhnya dan itu bisa membantu Lesti dan keluarganya untuk mengambil keputusan, mau mempertahankan atau melepaskan," ujar salah seorang netizen.
"Semangat dede, kami selalu mendukungmu kejora," komentar netizen lain.
Berita Terkait
-
Wamenag Optimistis Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah Dongkrak Kualitas Layanan
-
Menhaj Irfan Yusuf Lantik PPIH Embarkasi 2026: Layanan Haji Harus Inklusif dan Anti-Diskriminasi
-
Polri Bentuk Satgas Haji 2026: Antisipasi Penipuan dan Visa Ilegal Jemaah
-
Kemenhaj: Arab Saudi Tak Terbitkan Visa Furoda Tahun Ini, Waspada Tawaran Haji Ilegal
-
Wamenhaj Siapkan Strategi Baru Layanan Kesehatan Haji, Fokus pada Jamaah Lansia
Terpopuler
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo