Matamata.com - Berita duka datang dari komika Popon Kerok. Ibunda tercinta baru saja meninggal dunia pada Senin (7/11/2022) siang.
Komika sekaligus sutradara film Pandji Pragiwaksono ikut menyampaikan belasungkawa. Ia memanjatkan doa untuk almarhumah agar Allah menerima amal ibadah ibu Popon Kerok.
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, turut berduka atas meninggal dunianya Ibunda dari Popon Kerok. Semoga Almarhumah diterima amal ibadahnya," tulis Pandji Pragiwaksono di Twitter, Senin (7/11/2022).
Popon Kerok yang masih merasakan duka baru membalas postingan Pandji Pragiwaksono beberapa jam yang lalu.
"Amiin, terima kasih bang Pandji," kata komika bernama asli Muhammad Saleh Jammaharizki ini.
Sebelum wafat, ibu Popok Kerok menjalani perawatan intensif di ICU. Namun terkait penyakit yang menyerang sang ibu, komika 24 tahun tersebut tidak membeberkannya.
"Mohon maaf kawan-kawan. Saya meminta waktunya sejenak. Ibu saya sedang terbaring di ICU. Apabila berkenan, saya mohon doanya dari teman-teman," pinta Popon Kerok pada 2 November 2022.
Walaupun kala itu Popon Kerok masih berdoa dan optimis ibunya sembuh, namun di sisi lain ia pun ikhlas jika Allah memiliki takdir lain.
"Jika memang ini sudah waktunya ibu saya kembali kepada Allah, saya juga memohon doanya agar ibu saya bisa pergi dengan tenang, dapat menyebut nama ALLAH," ujar Popon Kerok.
Terpopuler
-
Cegah DBD! Warga Kalisari Jakarta Timur, Kompak di Pertemuan Jumantik
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo