Nur Khotimah | MataMata.com
Babe Cabita saat umrah. (Instagram/@babecabiita)

Matamata.com - Babe Cabita Komentari Kasus WNI Diduga Lecehkan Wanita saat Umrah: Jangan-jangan...

Babe Cabita ikut mengomentari kasus WNI diduga lecehkan wanita Lebanon saat umrah. Tidak mau langsung menghakimi, Babe Cabita mencoba menyampaikan pendapat berdasarkan pengalamannya.

Untuk diketahui, Babe Cabita baru pulang dari umrah. Ia pun bersaksi tentang betapa ramainya jemaah di depan Kabah saat umrah. Butuh perjuangan untuk Babe Cabita bisa mencium Hajar Aswad saat umrah kemarin.

Baca Juga:
Babe Cabita Kalrifikasi Tuduhan Maling Pakaian Dalam, Netizen Usil: Udahlah Akui Aja

"Orang di sana betul-betul dorong-dorongan, sikut-sikutan. Itu kan bener-bener crowded. Jadi waktu itu aku ditarik, nggak sadar saking ramenya, baju aku lepas," cerita Babe Cabita di podcast Deddy Corbuzier pada Minggu (29/1/2023)

Di tengah kerumunan manusia yang saling berdesakan, Babe Cabita juga sempat dimintai tolong seorang ibu-ibu. Namun karena keadaan tidak memungkinkannya untuk bergerak, Babe Cabita hanya bisa menyelamatkan diri sendiri.

"Ada yang minta tolong. Jadi di depan aku orang Indonesia, ibu-ibu. Aku mau bergerak aja nggak bisa. Aku kayak mau nengok liat orang mati di depan aku, kasihan aku. Kejepit-kejepit gitu," beber Babe Cabita.

Baca Juga:
Pihak Travel Klaim Punya Bukti CCTV WNI Diduga Lecehkan Wanita Lebanon, Netizen: Share Aja!

"Kita nggak bisa bergerak, kejepit, napas juga udah susah. Betul-betul parah waktu itu. Untungnya aku akhirnya bisa ke pinggir Ka'bah, langsung keluar nyelamatin (diri)," lanjutnya.

Pengalaman tersebut membuat Babe Cabita melihat kasus pelecehan seksual WNI kepada wanita Lebanon secara berbeda.

"Makanya kemarin kan viral yang kasus baru-baru ini, ada orang Indonesia yang dituduh pelecehan seksual di depan Ka'bah. Nah dari situ aku langsung mikir, jangan-jangan kejadiannya sama kayak aku yang di depan Ka'bah," pungkas Babe Cabita.

Baca Juga:
Viral WNI Dituduh Lecehkan Wanita Lebanon saat Umrah, Keluarga: Dia Divonis tanpa Adanya Bukti

Kontributor: Neressa Prahastiwi
Load More