Matamata.com - Fuji Mendadak Dituduh Lakukan Penipuan, Begini Kronologinya
Selebgram dengan jumlah followers 12 juta dituduh melakukan penipuan. Perempuan yang mengaku jadi korban penipuan menyebut nama Fuji saat menceritakan kronologi kejadian.
Adalah perempuan bernama Dea Nata yang menuduh Fuji menipu. Ia menyampaikan pernyataannya melalui video yang diunggah di kanal YouTube Mr. Bert.
Semua berawal dari Dea Nata yang melihat Fuji mempromosikan akun online shop @hi.whatyouneed yang diakui sebagai temannya. Ia pun tergoda untuk membeli dari online shop tersebut.
"Gimana caranya kamu bisa ditipu sama artis yang followersnya 12 juta (Fuji)," tanya Mr Bert dalam Youtubenya Januari 2023 lalu.
"Awalnya kan buka Instagramnya Fuji, artis ini. Dia bilang kalau temannya lagi jualan," ujar Dea Nata.
Karena tertarik dengan dagangan online shop yang diakui Fuji sebagai temannya, Dea Nata mencoba membeli 3 buah iPhone senilai Rp17,4 juta yang bertujuan untuk dijual kembali.
Saat itu, Dea Nata mengira online shop yang diakui Fuji sebagai temannya itu tidak akan menipu. Namun, admin online shop itu justru tak segera memberikan nomor resi setelah 24 jam dirinya melakukan transaksi pembelian.
"Aku belinya kan Minggu, aku bingung Seninnya kok belum ada resinya. Lalu, Seninnya itu aku kan tanya 'kak udah dikirim kah? boleh minta resinya gak' tapi gak dibalas, cuman di-read aja. Terus, aku lihat IG-nya, aku sudah diblock," jelasnya lagi.
Dea Nata lantas berusaha menghubungi Fuji dan tim manajemennya yang telah mengendorse akun online shop tersebut.
Namun, pihak manajemen Fuji justru mengatakan bahwa kasus penipuan itu di luar kendalinya. Sedangkan, Fuji mengakui akun online shop tersebut sebagai temannya ketika mengendorse.
Setelah kasus Dea Nata ini viral melalui YouTube Mr. Bert, Fuji langsung menghubungi dan mengganti seluruh kerugian Dea Nata dalam waktu kurang dari 8 jam. Saat itu diketahui Fuji juga tak mengenal pemilik akun online shop yang dipromosikan tersebut.
Meski begitu dilansir dari @lambe_danu, netizen menyarankan Fuji lebih berhati-hati menerima endorse dan tidak asal mengakui sebagai kerabat.
Berita Terkait
-
Polri Bentuk Satgas Haji 2026: Antisipasi Penipuan dan Visa Ilegal Jemaah
-
Otorita IKN Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen Pegawai, Minta Masyarakat Waspada Hoaks
-
Kemenhaj: Arab Saudi Tak Terbitkan Visa Furoda Tahun Ini, Waspada Tawaran Haji Ilegal
-
Adly Fairuz Dilaporkan Pidana ke Polres Jaktim dan Besok Hadapi Sidang Perdata di PN Jaksel
-
Tanggapi Gugatan Wanprestasi Rp5 Miliar, Adly Fairuz Siap Hadapi Persidangan
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo