Matamata.com - Mamat Alkatiri ikut menanggapi soal keputusan Prabowo Subianto menetapkan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapresnya untuk bertarung di Pemilu 2024.
Komika tersebut mengaku sudah memperoleh bocoran tentang wacana tersebut bahkan sejak tiga bulan lalu.
"Teringat tiga bulan lalu. Setelah syuting podcast, saya bergeser mengambil kopi, kemudian duduk santai. Tiba-tiba seorang teman politisi menghampiri saya dan melempar pertanyaan tanpa tedeng aling-aling, 'Mat, kalau Prabowo - Gibran menurut lo gimana?'," ungkap Mamat Alkatiri di platform Twitter atau X, Minggu (22/10/2023).
Namun saat itu, Mamat Alkatiri tegas mengatakan bahwa kecil kemungkinan Prabowo Subianto memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres. Masih banyak sosok yang Mamat yakini lebih pantas bersanding dengan Prabowo.
"'Nggak mungkin ah', kata saya," tutur Mamat Alkatiri.
Kini, Prabowo Subianto benar-benar menunjuk Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres untuk Pemilu 2024. Mamat Alkatiri pun menduga indikasi campur tangan penguasa dalam pencalonan Gibran memang benar adanya.
"Saya baru sadar satu hal. Ada ketidakmungkinan yang secepat kilat bisa jadi mungkin. Tapi itu tergantung siapa yang menginginkan kemungkinan," ucap Mamat Alkatiri.
Tulisan Mamat Alkatiri langsung mengundang reaksi netizen. Ada yang menyebutnya kurang peka karena sudah dikode sejak tiga bulan lalu soal pencalonan Gibran Rakabuming Raka.
"Gimana sih Bang Mamat, kan itu udah di spill duluan," tutur akun @frdlh***.
Ada juga netizen yang merespon tulisan Mamat Alkatiri lewat candaan. Mereka membahas betapa pentingnya figur Mamat karena untuk merancang ide pencalonan capres dan cawapres saja, politisi sampai harus meminta restunya.
"Gokil, bahkan mau nyalon capres cawapres aja harus minta restu Mamat," ucap akun @Mukmin***.
Penunjukkan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo Subianto memang masih menyisakan kontroversi.
Pasalnya, penunjukkan Gibran dilakukan tak lama setelah putusan Mahkamah Konstitusi soal perubahan syarat mencalonkan diri sebagai capres cawapres terbit.
Dalam putusan, Mahkamah Konstitusi mengesahkan batas minimal pencalonan yakni minimal 40 tahun atau pernah punya pengalaman jadi kepala daerah.
Ketetapan itu disebut-sebut sebagai upaya memuluskan langkah Gibran Rakabuming Raka untuk jadi cawapres di Pemilu 2024.
Namun dengan segala kontroversinya, keputusan Prabowo Subianto memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres sudah final. Kedua pasangan berencana mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 25 Oktober 2023. (Adiyoga Priyambodo)
Tag
Berita Terkait
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
Respons KPK Terkait Instruksi Presiden Prabowo Soal Penguatan Anggaran Pemberantasan Korupsi
-
Ada Indikasi Penyelewengan di BGN, Presiden Prabowo Subianto Panggil BPKP dan PPATK
-
Presiden Prabowo Ungkap Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis Bagi Petani Desa
-
Bahasa Prancis Wacana Masuk Kurikulum, Komisi X DPR Minta Pemerintah Kaji Matang
Terpopuler
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Melalui Lagu 'Aku Bisa', Rucky Markiano Bangkit dari Luka dan Keterpurukan
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
John Herdman Bangga Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo