Matamata.com - Kemenangan Joe Biden di Pilpres Amerika Serikat turut menuai perhatian. Bukan hanya soal dramanya saja, namun juga Wakil Presiden yang dipilih.
Yap, Kamala Harris menjadi wanita kulit hitam pertama yang jadi Wakil Presiden Amerika Serikat sepanjang sejarah. Lalu, siapakah sesungguhnya Kamala Harris? Matamata.com telah merangkumnya di bawah ini:
Kamala Harris merupakan wanita keturunan Asia Selatan yang pernah berkarier jadi Jaksa Agung California, Senat hingga kini Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih. Ia pun disinggung bisa jadi kandidat Presiden selanjutnya dari Partai Demokrat.
Kamala yang memiliki nama panjang Kamala Devi Harris lahir pada 20 Oktober 1964 dari ayahnya yang bernama Donald Haris, seorang ekonom asal Jamaika. Ibunya bernama Shyamala Gopalan yang merupakan peneliti kanker asal India.
Kamala Harris merupakan diploma lulusan Black Howard University Washington. Kariernya pun mulai melejit setelah lulus dari universitas ini dan duduk di Jaksa Penuntut selama dua masa jabatan wilayah San Fransisco dan California di tahun 2010.
Di dalam karier politiknya sendiri, ia bergabung dalam Partai Demokrat dan menjadi pengkritik keras Presiden Donald Trump. Tak sekali dua kali dirinya menyerukan soal pemakzulan.
Wanita berusia 56 tahun ini dinikahi oleh duda dua anak yang bernama Douglas Emhoff yang merupakan pengacara di industri media hiburan Hollywood. Dengan kemenangan Kamala Harris, ia pun akan menjadi Pria Kedua di Amerika Serikat.
Itu tadi profil singkat Kamala Harris, wanita kulit hitam pertama yang menduduki jabatan sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat. Siapa nih yang ngefans sama sosok Kamala Harris?
Tag
Berita Terkait
-
Pembangkangan PM Israel Bikin Joe Biden Frustasi hingga Hilang Kesabaran di Konflik Gaza
-
BTS Bertemu Joe Biden dan Mampir ke White House, Untuk Apa?
-
10 Momen BTS Kunjungi White House, Ngobrol Pribadi dengan Presiden AS
-
Profil Jill Biden, Ibu Negara Amerika Serikat yang Baru
-
Lady Gaga Tampil Menawan di Pelantikan Joe Biden
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
Inspiratif! Magdolin Boukhary Tekankan Transformasi Budaya dan Kepemimpinan Nilai di MEYS 2025
-
Suara Segar dari MEYS 2025: Manal Boujnir Dorong Pemuda Muslim Peduli Lingkungan
-
MEYS 2025: Nida Saithi Bicara Kepemimpinan Etis dan Literasi Hukum untuk Generasi Muda
-
Joneri Alimin Jadi Sorotan di MEYS 2025, Bicara Diplomasi Ekonomi dan Peran Pemuda Muslim
-
MEYS 2025: Pemuda Dunia Jalani Kompetisi di Makkah, Ini Daftar Pemenangnya!