Matamata.com - Deddy Corbuzier baru-baru ini mengunggah sebuah video menggelitik soal fenomena yang terjadi pada masyarakat zaman now.
Garis besarnya Deddy menyoroti soal orang-orang yang tak tahu atau sudah lupa soal sejarah pahlawannya.
Mereka justru lebih paham soal kehidupan para artis yang penuh sensasi dan kontroversi.
Satu contoh yang ditunjukkan dalam video itu soal pertanyaan siapa suami Syahnaz adik Raffi Ahmad dan siapa suami RA Kartini?
Penonton acara tayangan Deddy Corbuzier di studio kompak menjawab Jeje suami Syahnaz.
Sementara itu mereka banyak yang tak tahu siapa suami RA Kartini.
Fenomena ini seolah langsung memberi satu kesimpulan bahwa orang-orang lebih peduli kehidupan artis daripada sejarah kehidupan para pahlawan yang sudah berjuang dulu.
Deddy tak menyalahkan siapa-siapa, justru dirinya bertanya dengan fenomena ini siapa yang salah?
Orang, media atau pemerintah?
Awalnya untuk pertama kalinya Deddy Corbuzier mengaku tak memiliki jawaban untuk pertanyaan di atas.
Hingga akhirnya ada satu kata yang terlintas dan dirasa cocok untuk menjawab pertanyaan itu.
Deddy Corbuzier menilai mungkin ekosistemnya yang salah.
"May be ekosistemnya salah, kita sebagai penonton salah, TV salah, media salah, guru sejarah salah, pemerintah salah. Semuanya salah," ungkapnya dalam video berdurasi 3 menitan lebih.
Deddy bahkan prihatin kalau di masa mendatang orang-orang tidak peduli lagi dengan sejarah terutama soal para pahlawan kita.
Akan sangat menyedihkan jika orang lama-lama tidak peduli pahlawannya seperti orang tidak peduli dengan apapun yang terjadi.
Tak hanya itu, Deddy lagi-lagi juga masih terus menyayangkan media televisi yang mengekspose guyonan tak bermutu.
Di video yang diunggah pada Kamis (26/4/2018), Deddy mencontohkan adegan tak senonoh di program acara yang saat itu ada Lucinta Luna.
Ia mempertanyakan di mana Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) hingga acara itu bisa lolos tayang.
Oh ya kembali lagi soal RA Kartini, siapa suaminya dan tahu enggak kehidupannya?
Dari data yang MataMata.com rangkum, Raden Adjeng Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879.
RA Kartini hidup di lingkungan priyayi karena masih ada darah keturunan bangsawan Jawa.
Ia anak dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan MA Ngasirah.
Layaknya putri bangsawan zaman itu, Kartini hanya dipingit dalam rumah sebelum akhirnya dijodohkan.
Namun Kartini berbeda, dia tak seperti perempuan pada umumnya yang memanfaatkan waktu pingin untuk mempercantik diri.
Kartini justru terus membaca buku, belajar bahasa Belanda dan mengajari perempuan lainnya.
Sempat akan sekolah, namun Kartini tak jadi dan akhirnya menerima pinangan bupati Rembang, KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat.
Kartini menikah dengan pria yang pernah memiliki tiga istri itu pada 12 November 1903.
Kartini dikarunia anak bernama Soesalit Djojoadhiningrat pada tanggal 13 September 1904.
Untung saja suaminya mendukung Kartini yang sangat ingin mendirikan sekolah untuk para perempuan saat itu.
Hingga akhirnya Kartini meninggal pada 17 September 1904 di usia 25 tahun. (*)
Berita Terkait
-
Gibran Rakabuming Apresiasi Konser Amal dan Film Timur untuk Korban Bencana Sumatera
-
Peduli Bencana Alam di Sumatera, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Kirim Bantuan Rp15 Miliar
-
Raffi Ahmad Tegaskan Storytelling Jadi Kunci Eratkan Hubungan Orang Tua dan Anak
-
Beri Hadiah Ratusan Juta, Raffi Ahmad dan Nagita Gandeng Legenda Sepak Bola Italia di 'Padel Wars'
-
Raffi Ahmad dan Thariq Halilintar Juara Umum Padel 'TOSI 2025': Berkat Doa Istri
Terpopuler
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya