Matamata.com - Sebelum menikah dengan mendiang Ferry Wijaya, Ririn Ekawati pernah menikah terlebih dahulu dengan Edwin Abeng. Dari pernikahan terdahulunya itu, ia dikaruniai satu orang putri, bernama Jasmine Salsabila Abeng.
Saat Ferry Wijaya masih hidup, Jasmine Salsabila Abeng sangat dekat dengannya. Jasmine juga menyayangi adik kecilnya dari pernikahan Ririn dengan Ferry.
Sekarang, Jasmine Salsabila Abeng sudah tumbuh dewasa. Tak lama lagi, kecantikannya akan menyaingi ibunya. Berikut Matamata.com berikan potretnya.
1. Jasmine Salsabila Abeng punya hobi ngedance.
2. Genre dance-nya adalah hip-hop.
3. Jasmine Salsabila Abeng punya style yang swag abis.
4. Jasmine pernah ketemu dong sama Tom Holland.
5. Jasmine Salsabila Abeng dan Ririn Ekawati kompak pakai bandana lucu.
Berita Terkait
-
Tak Mau Anak Jadi Korban atau Pelaku Bullying, Ini yang Dilakukan Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati
-
Terseret Masalah Ashanty Dan Nindy Ayunda, Ririn Ekawati Unggah Kutipan Bijak
-
Diduga Umumkan Kehamilan Pertama, 7 Momen Mesra Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati
-
Sempat Tak Ingin Punya Anak dengan Ibnu Jamil, Ririn Ekawati Dicurigai Umumkan Kehamilan
-
Kabar Bahagia: Ririn Ekawati Resmi Umumkan Kehamilan Anak Pertama Dengan Ibnu Jamil
Terpopuler
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya