Matamata.com - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Vershinin, dan Duta Besar Turki untuk Moskow, Tanju Bilgic, mengadakan pertemuan untuk mendorong implementasi segera gencatan senjata di Jalur Gaza.
Dalam diskusi terperinci yang dihelat pada Rabu (20/12/2023), keduanya membahas isu Timur Tengah di Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, dengan fokus khusus pada eskalasi kekerasan di wilayah pendudukan Palestina, terutama di Jalur Gaza, seperti yang dijelaskan dalam pernyataan resmi Kemlu Rusia.
Pernyataan tersebut menegaskan urgensi untuk menghentikan pertumpahan darah melalui gencatan senjata yang segera dan menyeluruh.
"Ini penting untuk membangun akses kemanusiaan yang luas tanpa hambatan. [Genjatan senjata] juga untuk mencegah krisis merambat ke negara tetangga," ujar Vershinin, Rabu.
Vershinin dan Bilgic juga membahas pasokan tanpa hambatan produk pertanian dan pupuk, termasuk dari Rusia, untuk memastikan keamanan pangan global.
Pernyataan tersebut juga menyebutkan pertimbangan untuk menyediakan pasokan pupuk gabah Rusia secara gratis kepada negara-negara termiskin.
Pertemuan diplomatik ini, yang diselenggarakan atas permintaan Turki pada tanggal 18 Desember, mencerminkan upaya bersama dalam menangani situasi konflik di Timur Tengah dan mempromosikan kerjasama ekonomi terkait pertanian antara Rusia dan Turki.
Seperti diketahui, perang Israel-Palestina masih belum menemukan ujung. Serangan yang diklaim Israel oleh kelompok Hamas Palestina pada 7 Oktober 2023 lalu memicu tentara Israel menekan warga sipil Palestina untuk hengkang dari Gaza.
Perlawanan pun dilakukan pihak Hamas terhadap militer Israel yang membombardir sisa lahan Palestina yang masih dijaga oleh warganya.
Banyak korban berjatuhan, tak sedikit, militer Israel justru menyerang kamp pengungsian warga sipil. Dalih mereka, kelompok Hamas Palestina justru bersembunyi di tempat warga sipil mengungsi.
Hingga 18 Desember 2023, korban meninggal dari pihak Palestina berjumlah 19.453 jiwa, dengan rincian 7.729 perempuan dan 5.153 anak-anak. Sementara korban luka mencapai 52.286. Melansir Al Jazeera, terdapat sekitar 8.000 orang hilang.
Sementara dari pihak Israel, korban tewas dilaporkan sebanyak 1.139 jiwa, dengan korban luka mencapai 8.730 jiwa. Angka ini tak berubah sejak serangan 7 Oktober lalu.
Berita Terkait
-
Trump Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Hentikan Saling Serang
-
Hampir 90 Hari, Warga Teheran Turun ke Jalan Dukung Pemerintah Iran Lawan AS-Israel
-
Trump Tolak Rusia dan China Amankan Pasokan Uranium Iran
-
9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan Israel, Komisi I DPR RI Apresiasi Diplomasi Kemlu
-
Bebas dari Penjara Israel, 9 Relawan Flotilla Asal Indonesia Mengaku Dipukuli dan Disetrum
Terpopuler
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Melalui Lagu 'Aku Bisa', Rucky Markiano Bangkit dari Luka dan Keterpurukan
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
John Herdman Bangga Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia
Terkini
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
John Herdman Bangga Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia
-
Tumbuh 34 Persen, Belanja Negara Mei 2026 Didorong Program Makan Bergizi Gratis dan Bansos