Matamata.com - Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka masih jadi sorotan setelah performa debatnya yang dianggap dominan dari dua kandidat lain saat debat cawapres pekan kemarin.
Gibran Rakabuming Raka memang cukup menguasai panggung saat berdebat, Jumat (22/12/2023). Meski begitu, tak sedikit yang memberikan kritik bahwa gaya debat Wali Kota Solo tersebut seperti seorang mahasiswa bukan sesosok pemimpin, salat satunya pelontaran singkatan SGIE juga dianggap sebagai jebakan untuk cawapres nomor urut 1.
Lalu, apakah memang cara Gibran berdebat malam itu mampu menaikkan elektabilitasnya?. Apakah anak muda juga yakin untuk memilih paslon nomor urut 2 setelah debat tersebut didominasi oleh sosok pemimpin muda?.
Membahas naik tidaknya elektabilitas serta kepastian pemilih muda untuk menjatuhkan pilihan ke Prabowo-Gibran memang tak bisa akurat 100 persen. Pasalnya masih ada kemungkinan paslon lain yang mampu menarik minat anak muda untuk memilih mereka.
Sosok Gibran yang diyakini sebagai pemimpin muda memang bisa jadi representasi pertanyaan gen z dan generasi milenial yang menginginkan pemimpin dari kalangan anak muda. Meski begitu, Gibran tak melulu menjadi sosok yang akan mereka pilih.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Pro Rakabuming Raka (Praka) Osco Olfriady meyakini bahwa sosok Gibran kuat akan menjadi pilihan masyarakat. Bahkan ia memprediksi elektabilitas cawapres tersebut akan meningkat.
"Kalau prediksi kita tepat sekali, prediksi kita akurat, karena saat debat cawapres penampilan Mas Gibran juga sangat baik," kata Osco dikutip, Selasa (26/12/2023).
Ia juga tak menampik, bahwa Gibran merupakan pemimpin muda yang sempat diragukan untuk bertarung di Pilpres tahun depan. Namun performanya di debat cawapres justru di luar ekspektasinya.
"Yang disebut dengan underdog atau tidak diperhitungkan, ternyata lebih unggul, lebih bisa menjawab dengan baik, gestur dan pembawaan emosi sangat terkontrol," kata Osco.
Mendapat dukungan dari tim pemenangnya, sebagain masyarakat menilai Gibran dianggap masih kurang dalam perdebatan cawapres kemarin. Meski dianggap menguasai beberapa isu, ada sedikit kesalahan yang dia lakukan.
Pelafalan SGIE yang harusnya menggunakan bahasa Inggris, masih dilafalkan dengan bahasa Indonesia. Meski begitu, Gibran cukup jitu melemparkan pertanyaan kepada dua lawannya.
Di sisi lain, keputusan anak muda untuk memilihnya dalam pemungutan suara 14 Februari 2024 juga belum menjadi keputusan bulat mereka. Pakar politik UGM, Mada Sukmajati mengatakan bahwa sosok pemimpin muda belum sepenuhnya menarik kaum muda lainnya memilih Gibran.
Sasaran anak muda memang menjadi target para kandidat capres-cawapres. Hal itu tak lain karena posisi pemilih muda paling dominan pada Pemilu 2024 nanti.
Hingga kini tak sedikit anak muda yang kerap ditunjuk dalam penyelenggaraan kampanye para kandidat paslon, untuk mempersuasi generasinya mendukung paslon tersebut.
Berita Terkait
-
Gerindra Bantah Isu Budi Djiwandono Perintahkan Awasi Pergerakan Wapres Gibran
-
Wapres Gibran Boyong Lima Mahasiswa Kunker Maraton ke NTT hingga Papua
-
Wapres Gibran Pastikan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Bebas Korupsi
-
Wapres Gibran Melayat Almarhum Ryamizard Ryacudu di Gedung Kemhan
-
Wapres Gibran Tekankan Pentingnya Penguatan Toleransi dan Moderasi Beragama
Terpopuler
-
Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen bagi Negara Pengumpul Pajak Digital
-
Menyesal! Davina Karamoy Tak Kuasa Tahan Tangis di Film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali'
-
Menteri Kebudayaan: Ruang Kreatif Komunitas Strategis bagi Keberlanjutan Budaya
-
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara
-
KDM Alihkan Hadiah Sayembara Rp250 Juta untuk Masa Depan Korban Penyekapan
Terkini
-
Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen bagi Negara Pengumpul Pajak Digital
-
Menteri Kebudayaan: Ruang Kreatif Komunitas Strategis bagi Keberlanjutan Budaya
-
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara
-
KDM Alihkan Hadiah Sayembara Rp250 Juta untuk Masa Depan Korban Penyekapan
-
Fadli Zon: Lengger Banyumas Harus Dirawat dan Dikembangkan ke Tingkat Dunia