Matamata.com - Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan paslon nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar berada di posisi buncit dari tiga kandidat lain pada 24 Desember 2023.
Tidak hanya posisinya saja yang mengkhawatirkan, angka yang diperoleh AMIN sendiri juga turun signifikan dari 23 persen menjadi 21 persen.
Lantas apa penyebab elektabilitasnya turun, padahal AMIN sempat mengungguli Ganjar-Mahfud pada survei November 2023?. Apakah karena debat cawapres yang terjadi kemarin ikut mempengaruhi?.
Turun tidaknya elektabilitas para kandidat capres-cawapres memang tak bisa dipastikan melalui survei. Mengingat survei sendiri adalah cara alternatif untuk memberi gambaran kondisi suatu hal dengan data yang terkumpul dari responden.
Artinya hasil survei tak bisa akurat menyusul heterogennya responden, termasuk kondisi psikis mereka saat mengikuti survei.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyebutkan bahwa pada debat baik capres dan cawapres, terlihat ada sosok yang diunggulkan.
Seperti debat capres misalnya, Burhanuddin tak menampik bahwa Anies cukup unggul dibanding, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
"Anies overall dianggap sebagai pemenang debat capres kemarin," terang Burhanuddin dikutip, Kamis (28/12/2023).
Meski Anies menguasai debat tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak tampil dominan.
Sementara saat debat cawapres, Gibran Rakabuming Raka diangap unggul dalam debat kedua itu. Muhaimin Iskandar yang penampilannya disorot memang tak begitu banyak membuat publik terkesima.
Baca Juga
Terlepas dari debat tersebut, sejatinya Anies-Muhaimin terus mendapat dukungan di sejumlah wilayah Indonesia. Hal ini juga tak bisa menjadi patokan bahwa capaian mereka sudah cukup untuk menggaet suara.
Dengan demikian, kembali pada penyebab turunnya elektabilitas AMIN, tak melulu terletak pada debat cawapres atau debat capres ini. Bisa jadi ada faktor lain yang membuat pasangan nomor urut 1 ini tak dilirik masyarakat.
Bahkan masa lalu perjalanan politik kedua paslon, juga menjadi satu dari sekian faktor yang menyebabkan elektabilitasnya turun. Mengingat gesekan Partai NasDem dan Demokrat yang sebelumnya mendapat tawaran agar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi cawapres Anies Baswedan.
Berita Terkait
-
Transformasi Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Tegaskan Dukung Anies Baswedan di Pilpres
-
Pertimbangkan Usia dan Regenerasi, Maruf Amin Mundur dari Ketua Watim MUI
-
Prabowo di Munas PKS: Saya Tak Simpan Dendam pada Anies
-
Presiden Prabowo Bersilaturahmi dengan KH Maruf Amin, Bahas Arah Pembangunan Bangsa
-
Maruf Amin Apresiasi Muhammadiyah Dirikan Bank Syariah, Dorong Perkembangan Ekonomi Islam
Terpopuler
-
KBM App Goes to Korea, Nikmatnya Strawberry Raksasa
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
Terkini
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog