Matamata.com - KPU RI angkat bicara soal saran presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait perubahan format debat capres-cawapres yang masih tersisa dua kali lagi.
Sebelumnya, Jokowi beralasan bahwa debat capres-cawapres yang telah berjalan tiga kali ini kurang menampilkan program. Bahkan ada kerentanan serang-menyerang antar personal.
Ketu KPU RI, Hasyim Asy'ari mengatakan bahwa saran dari Jokowi tampaknya tak mudah direalisasikan. Mengingat format debat ini tak bisa diubah dalam waktu singkat.
Di sisi lain, debat sudah berjalan selama tiga kali dan format ini sendiri sudah disepakati oleh sejumlah pihak hingga debat kelima usai.
"KPU menyelenggarakan debat seperti ini karena sudah menghitung berbagai macam pertimbangan. Termasuk juga kesepakatan dengan semua tim calon, televisi dan akan terdiri dari enam segmen di tiap debatnya," ujar Hasyim dikutip Selasa (9/1/2024).
Ia mengatakan jika harus diubah di sisa dua debat terakhir maka akan timbul isu panas di publik. Untuk menghindari itu, Hasyim Asy'ari tak bisa memenuhi saran orang nomor 1 di Indonesia ini.
"Kalau diubah [formatnya], akan jadi pertanyaan, kenapa diubah? karena sduah tiga kali debat ini berjalan. Sudah ada pola dan pakemnya, maka diikuti," ujar dia.
Dengan begitu, saran dari Jokowi ini menjadi masukan yang tak bisa dipenuhi oleh KPU menyusul kondusifitas ke depannya.
Seperti diketahui, usai debat ketiga yang diikuti para capres, presiden Jokowi berkomentar terhadap jalannya adu gagasan tersebut.
"Saya melihat substansi dari visinya malah tidak terlihat, yang terlihat justru saling menyerang, yang sebetulnya tidak masalah," ujar dia.
Baca Juga
Jokowi sendiri menggarisbawahi serangan itu lumrah dilakukan dalam kegiatan debat, namun bukan personal seseorangnya, tapi visinya.
"Debatnya memang perlu diformat lagi. Jadi ada rambu sehingga lebih hidup. Saling menyerang tidak apa-apa, tapi kebijakan, policy dan visinya yang diserang, bukan untuk menjatuhkan dengan motif personal," kata dia.
Jokowi menilai bahwa debat yang menyerang personal atau kinerjanya, justru menimbulkan gesekan di masyarakat terutama para pendukung. Di sis lain hal itu juga tak mendidik masyarakat dengan penampilan para kandidat.
"Saya kira tidak baik, itu tidak mengedukasi," ujar Jokowi.
Tak dipungkiri, dalam debat capres-cawapres ketiga memang suasana acara berjalan panas. Capres nomor urut 1 langsung membuat kritikan kepada capres nomor urut 2, Prabowo Subianto ketika memulai menyampaikan visi misi.
Hal itu pun dibantah oleh Prabowo dan timbul sedikit tensi panas di awal-awal debat bergulir. Adu gagasan itu pun semakin menarik karena sudah tersulut sejak awal debat dimulai.
Muncul dukungan serta kritikan publik untuk capres nomor urut 1 dan 2. Hal itu mengingat panggung debat ketiga banyak diramaikan oleh Anies Baswedan dan Prabowo di segmen 1 dan 2 dalam debat.
Ganjar Pranowo bukan tanpa serangan, mantan Gubernur Jateng ini justru yang tampak mendominasi di debat ketiga. Berbekal data yang dianggap lengkap, Ganjar bahkan menantang Prabowo untuk membantah terhadap pernyataannya jika salah.
Seperti diketahui, pada debat ketiga ini pembahasan materi antara lain, pertahanan, keamanan, hubungan internasional, geopolitik dan politik luar negeri.
Berita Terkait
-
Rismon Sianipar Akui Keaslian Ijazah Jokowi, Ajak Roy Suryo Edukasi Terbuka
-
Gibran Peluk Rismon Sianipar di Istana: Kita Saudaraan, Enggak Ada Apa-apa Lagi
-
Presiden Prabowo Undang Para Mantan Kepala Negara ke Istana Malam Ini, Jokowi Pastikan Hadir
-
Rocky Gerung Bela Dokter Tifa di Polda Metro: Meneliti Itu Metodologi, Bukan Penghinaan!
-
Roy Suryo dkk Minta Uji Forensik Independen atas Ijazah Jokowi
Terpopuler
-
Sukses jadi Intel, Iptu Sukandi Rekam Lagu 'I Love You Bhayangkari' untuk Sang Istri
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Terbaik 2026 yang Hemat Listrik, Baju Kinclong dan Bebas Kuman
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
Terkini
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
-
DPR: Wacana KPU Jadi Lembaga Negara Keempat Perlu Kajian Komprehensif
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi