Matamata.com - Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo menanggapi ramainya potensi koalisi antara dirinya dan paslon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Hal itu ramai menjadi sorotan setelah ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani mendekati dua pasangan calon ketika debat ketiga usai.
Munculnya isu koalisi antara paslon nomor urut 1 dan 3 bukan tanpa alasan. Hal itu menyusul ambisi kubu paslon nomor urut 2, unuk menyelesaikan Pilpres cukup satu putaran.
Ganjar Pranowo angkat bicara dengan potensi bergabungnya hingga berkoalisinya pasangan tersebut.
"Ya semua kemungkinan itu dapat saja terjadi," sebut Ganjar dikutip, Rabu (10/1/2024).
Hal itu juga dikuatkan dengan pernyataan Puan yang baru-baru ini menanggapi potensi koalisinya antara Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin (AMIN).
"Insyallah [kolaborasi]. Nanti lihat saja bagaimana nanti," kata Puan.
Ia menambahkan bahwa saat ini koalisinya fokus untuk melanjutkan kampanye untuk mendukang suara di Februari 2024 mendatang. Target menang juga menjadi ambisi PDI Perjuangan yang mengusung Ganjar-Mahfud.
"Yang penting semua bisa berjalan lancar. Termasuk menunjukkan pertarungan yan adil dan jujur," terang dia.
Gayung bersambut, bagi Anies Baswedan, potensi untuk berkoalisi dengan paslon nomor urut 3 direspon positif. Meski tak detail mengatakannya, Anies mengaku ada peluang untuk berkoalisi.
"Ya pokoknya semua peluang ada," terang Anies beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Seperti diketahui, tim pendukung nomor urut 2 termasu Prabowo Subianto berharap Pilpres 2024 ini berjalan satu putaran. Hal itu bukan tanpa alasan, menurut Ketum Gerindra, dana dari Pemilu ini bisa ditekan dan sisanya bisa diberikan ke rakyat.
Kendati begitu, harapan Prabowo tak diaminkan oleh dua kubu pendukung Ganjar-Mahfud dan AMIN. Mereka meyakini bahwa Pilpres 2024 akan terjadi dua putaran.
Alasannya, masing-masing paslon meyakini mendapat dukungan lebih masif mendekati hari pemungutan suara pada 14 Februari mendatang.
Rencana kubu Prabowo-Gibran ini juga memunculkan spekulasi di tengah masyarakat bahwa pendukung nomor urut 1 dan 3 tak bakal membiarkan Pilpres terjadi satu putaran saja, sehingga isu koalisi antara dua kubu tersebut semakin diyakini akan terjadi.
Berita Terkait
-
Puan Maharani Tegaskan APBN 2026 Bukan Sekadar Angka: Fokus Lapangan Kerja dan Daya Beli
-
HUT ke-53 PDI Perjuangan: Barata Resmi Diluncurkan sebagai Maskot Baru Partai
-
Ketua Umum PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menanggapi santai kelaka
-
Puan Temui Ketua Kadin Bahas Sinergi Pengusaha dengan Program Pemerintah
-
Puan Maharani Apresiasi Peran Istri Anggota DPR RI di Tengah Sorotan Publik
Terpopuler
-
Adly Fairuz Dilaporkan Pidana ke Polres Jaktim dan Besok Hadapi Sidang Perdata di PN Jaksel
-
Menlu RI: Evakuasi WNI di Iran Belum Diputuskan, Situasi Terus Dipantau
-
Sebut Pilkada Langsung Berbiaya Mahal, Yusril Usul Kepala Daerah Dipilih DPRD?
-
John Herdman Dorong Rizky Ridho Segera 'Naik Level' ke Luar Negeri
-
Menhaj Tegaskan Petugas Haji Dilarang 'Layani Atasan', Fokus Mutlak pada Jemaah
Terkini
-
Menlu RI: Evakuasi WNI di Iran Belum Diputuskan, Situasi Terus Dipantau
-
Sebut Pilkada Langsung Berbiaya Mahal, Yusril Usul Kepala Daerah Dipilih DPRD?
-
John Herdman Dorong Rizky Ridho Segera 'Naik Level' ke Luar Negeri
-
Menhaj Tegaskan Petugas Haji Dilarang 'Layani Atasan', Fokus Mutlak pada Jemaah
-
Menkum Minta Advokat Kedepankan Kode Etik dalam Implementasi KUHP dan KUHAP Baru