Matamata.com - Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto dinilai terlalu emosi tatkala membalas dan menanggapi pernyataan dua lawan kandidat capres lain di debat ketiga. Hal itu dianggap kurang tepat bagi capres yang akan maju di Pemilu 2024.
Meski begitu, bagi Prabowo hal itu dianggap wajar. Menyusul latar belakang Ketum Gerindra ini yang merupakan keluarga militer.
Bahkan ia menyebutkan sebagai mantan prajurit, Prabowo merasa harus tetap tegas dan tidak pandang bulu untuk meluruskan hal-hal yang benar.
"Saya memang tidak terlalu mahir dalam berbicara, dan saya paham akan hal tersebut. Ada yang mengatakan saya hanya pandai berjoget, dan beberapa orang menyarankan agar saya berbicara dengan lebih hati-hati dan sopan. Namun, saya ingin menyampaikan bahwa saya selalu berbicara apa adanya," sebut dia dikutip Kamis (11/1/2024).
Bukan hanya tegas bagaimana gaya bicara itu dibangun oleh seseorang, Prabowo menilai bahwa kebijakan berbicara sopan tidak selalu mencerminkan niat yang tulus dan jujur.
"Mengapa saya harus selalu berbicara sopan? Apakah itu jaminan bahwa seseorang memiliki niat yang baik?. Ataukah saya harus berbicara seperti para politisi atau akademisi yang pandai teori, tetapi seringkali keliru?" tanya Prabowo kepada para pendukungnya.
Lalu bagaimana seseorang dengan latar belakang militer kembali melebur di masyarakat?. Apakah memang terlihat dan tak akan menghilangkan ketegasannya serta emosi yang sulit diredam?.
Pernyataan Prabowo Subianto bisa menjadi salah satu sekian mantan prajurit yang akan selalau tegas dalam mengambil keputusan. Termasuk ketika berbicara, tegas dan keras menjadi salah satu perangainya.
Namun memang tak dipungkiri, di lingkungan keras selama dididik menjadi prajurit, kata-kata keras, bahkan umpatan sekalipun kerap ia terima. Hal itu juga selaras dengan mental diri seseorang yang cukup keras.
Prabowo Subianto bukan tentara yang main-main. Bahkan dugaan keterlibatannya terhadap penghilangan aktivis 98 kerap dikaitkan dengan nama dia. Artinya, Prabowo tak pandang bulu terhadap sifatnya yang tegas dalam mengambil keputusan.
Baca Juga
Hal itu tentu terus ia bawa dalam kehidupan sehari-harinya meski sudah tak lagi berseragam tentara. Mengenai gaya bicara, Prabowo barangkali memiliki sifat yang meledak-ledak.
Kendati begitu, masih banyak momen yang menangkap aksinya yang menahan emosi dan mengalihkan ke hal-hal lain. Seperti yang diungkapkan Pakar Gestur dan Mikroekspresi, Monica Kumalasari.
"Ketidakmampuan Prabowo menguasai emosi dalam bentuk menginterupsi dan berkacak pinggang menjadi perhatian hingga moderator perlu mengatur untuk menenangkan," ujar dia dikutip dari Antara.
Terlpeas dari emosi serta gaya bicara yang dikritik masyarakat, Prabowo Subianto masih melanjutkan kampanyenya di awal Januari 2024 ini. Ketum Gerindra ini sedang mendulang suara di Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung untuk bertemu dengan relawan dan melakukan konsolidasi.
Berita Terkait
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
Respons KPK Terkait Instruksi Presiden Prabowo Soal Penguatan Anggaran Pemberantasan Korupsi
-
Ada Indikasi Penyelewengan di BGN, Presiden Prabowo Subianto Panggil BPKP dan PPATK
-
Presiden Prabowo Ungkap Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis Bagi Petani Desa
-
Bahasa Prancis Wacana Masuk Kurikulum, Komisi X DPR Minta Pemerintah Kaji Matang
Terpopuler
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Melalui Lagu 'Aku Bisa', Rucky Markiano Bangkit dari Luka dan Keterpurukan
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
John Herdman Bangga Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia
Terkini
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
John Herdman Bangga Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia
-
Tumbuh 34 Persen, Belanja Negara Mei 2026 Didorong Program Makan Bergizi Gratis dan Bansos