Matamata.com - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, khawatir adanya pihak yang berupaya merusak surat suara untuk capres nomor urut 02.
Bukan tanpa alasan, sejumlah serangan baik dari media sosial dan juga beberapa opini mendesak pasangan Prabowo-Gibran setelah debat keempat kemarin .
"Saya menerima informasi bahwa, meskipun saya adalah mantan jenderal dan sering mendapat kritik, bekas bawahan saya tersebar di berbagai tempat, sehingga terdapat pihak yang berusaha merusak surat suara 02. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk memantau dengan cermat proses pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS)," ujar Prabowo dikutip Minggu (28/1/2024).
Prabowo juga mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap surat suara dan menolak menerima surat suara yang sudah dicoblos sebelumnya. Ia menekankan perlunya menjaga keberesan surat suara agar tidak rusak.
"Dilarang menerima surat suara yang sudah dicoblos sebelumnya dan kita harus menjaga agar surat suara tetap dalam kondisi baik dan tidak mengalami kerusakan," tambahnya.
Tak hanya itu, Prabowo menegaskan tekadnya untuk membawa Indonesia menjadi negara yang maju, dengan fondasi yang kuat yang dibangun presiden sebelumnya.
Prabowo juga menekankan bahwa pembangunan ini bertujuan agar generasi muda Indonesia mendapatkan upah yang layak di masa depan.
"Melalui upaya ini, kami berharap generasi muda Indonesia dapat menikmati upah yang pantas. Kami tidak ingin rakyat hanya mendapatkan upah minimum, tetapi kami berjuang untuk memastikan bahwa gaji rakyat mencukupi," tutup Prabowo.
Kekhawatiran Prabowo Subianto bisa menjadi ancang-ancang paslon lain mendapat dugaan kecurangan serupa. Sehingga kewaspadaan dan proses saling menjaga kejujuran selama pemungutan suara berjalan harus dilakukan.
Tak dipungkiri sejumlah kecurangan bisa terjadi selama penyelenggaraan Pilpres 2024 tersebut. Di sisi lain peran Gakkumdu juga dibutuhkan selama penyelenggaraan pesta demokrasi masyarakat nanti.
Hingga kini seluruh capres-cawapres masih menggelar kampanye untuk menarik massa dan mendulang suara menuju Pilpres 2024. Pemungutan suara akan dilakukan pada 14 Februari 2024 mendatang.
Di sisi lain persiapan terakhir capres-cawapres dalam agenda kampanye adalah debat kelima. Nantinya giliran capres yang akan beradu gagasan pada 4 Februari yang diselenggarakan KPU.
Momen debat kelima ini bisa menjadi penentu para paslon untuk memastikan visi misinya diterima masyarakat sesuai dengan harapan warga.
Berita Terkait
-
BOPPJ Percepat Master Plan Perlindungan Pantura Atas Arahan Presiden Prabowo
-
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Mobil dari India
-
Menkomdigi Tegaskan Keterlibatan RI di Board of Peace demi Stabilisasi Palestina
-
DPR Puji Kesepakatan Penghapusan Bea Masuk 1.819 Produk Indonesia ke Amerika Serikat
-
Buka 'Era Keemasan Baru', Prabowo dan Donald Trump Sepakati Perjanjian Dagang Timbal Balik
Terpopuler
-
Gugat Status Tersangka KPK, Yaqut Sebut Pembagian Kuota Haji Berdasarkan Keselamatan Jiwa
-
HNW Dukung OKI Kecam Dubes AS: Pernyataan Mike Huckabee Provokatif dan Ancam Kedaulatan Timur Tengah
-
Awal 2026, Kemnaker Sanksi 12 Perusahaan Pelanggar Aturan TKA dengan Denda Rp4,4 Miliar
-
BOPPJ Percepat Master Plan Perlindungan Pantura Atas Arahan Presiden Prabowo
-
Kritik Fenomena AI, PKB: Cari Orang Cerdas Itu Mudah, Cari yang Beradab Itu Sulit
Terkini
-
Gugat Status Tersangka KPK, Yaqut Sebut Pembagian Kuota Haji Berdasarkan Keselamatan Jiwa
-
HNW Dukung OKI Kecam Dubes AS: Pernyataan Mike Huckabee Provokatif dan Ancam Kedaulatan Timur Tengah
-
Awal 2026, Kemnaker Sanksi 12 Perusahaan Pelanggar Aturan TKA dengan Denda Rp4,4 Miliar
-
BOPPJ Percepat Master Plan Perlindungan Pantura Atas Arahan Presiden Prabowo
-
Kritik Fenomena AI, PKB: Cari Orang Cerdas Itu Mudah, Cari yang Beradab Itu Sulit