Matamata.com - Ribuan warga terdampak kebakaran di Kampung Rawa Indah, Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, terpaksa mengungsi ke lahan kosong di sekitar lokasi kebakaran, Jumat malam (7/6).
"Ada 3.200 jiwa yang terdiri dari 800 kepala keluarga yang terdampak akibat kebakaran ini," ujar Ketua RW 04 Kapuk, Sudiono, di Jakarta, Jumat.
Ia menyebutkan bahwa sebagian warga sudah berada di lokasi pengungsian dan beberapa tenda telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menampung para korban.
“Saat ini sudah ada warga di sini. Masih ada juga yang belum datang dan masih berada di luar lokasi pengungsian,” katanya.
Sudiono berharap pemerintah dan pihak swasta turut peduli terhadap nasib para korban yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.
“Bantuan ini tentu sangat membantu meringankan penderitaan warga,” tambahnya.
Sementara itu, Dinas Sosial DKI Jakarta dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mendirikan tenda pengungsian pada Jumat malam. Keduanya juga menyalurkan bantuan logistik dan makanan bagi para korban.
Terdapat tiga tenda pengungsian yang didirikan oleh Dinas Sosial dan BPBD. Pembangunan tenda tambahan juga masih dilakukan untuk menampung para korban kebakaran.
Kebakaran sendiri terjadi pada Jumat siang dan melanda bangunan yang berdiri di atas lahan seluas sekitar tiga hektare di Jalan Empang Damai, Rawa Indah, Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
“Objek yang terbakar merupakan rumah panggung semi permanen dengan material yang mudah terbakar, sehingga api cepat menjalar,” ujar Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, di Jakarta.
Ia menyebutkan, total kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai Rp8 miliar. Namun, petugas berhasil menyelamatkan 450 unit rumah yang dihuni oleh 750 kepala keluarga yang berada di dekat lokasi kebakaran.
Gulkarmat mengerahkan 150 personel gabungan dan 29 unit mobil pemadam kebakaran yang terdiri atas 23 unit dari Jakarta Utara, 4 unit dari Jakarta Barat, dan 2 unit pemadam khusus (PK). (Antara)
Berita Terkait
-
Wakil Ketua MPR Sebut Usulan Pilkada oleh DPRD Layak Dikaji untuk Perbaiki Demokrasi
-
Akses Jalan KKA Aceh UtaraBener Meriah Kembali Normal, Mobilitas Warga Pulih
-
Tragedi Kebakaran Kemayoran: Calon Ibu Muda Tewas Menjelang Hari Kelahiran Pertama
-
Tiga Aktivitas Diduga Perparah Banjir Tapanuli Selatan, KLH/BPLH Lakukan Peninjauan Ketat
-
27 Delegasi COP30 Dirawat Usai Kebakaran di Zona Biru, Mayoritas Akibat Asap
Terpopuler
-
Sambut Lebaran Idul Fitri 1447 H, Musisi Rucky Markiano Luncurkan Lagu 'Dosa'
-
Sukses jadi Intel, Iptu Sukandi Rekam Lagu 'I Love You Bhayangkari' untuk Sang Istri
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Terbaik 2026 yang Hemat Listrik, Baju Kinclong dan Bebas Kuman
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
Terkini
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
-
DPR: Wacana KPU Jadi Lembaga Negara Keempat Perlu Kajian Komprehensif
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi