Matamata.com - Aktivitas ekspor dari Jayapura ke Papua Nugini (PNG) melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2025, total nilai ekspor mencapai Rp25,17 miliar, naik sekitar 47 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp17,70 miliar.
Kepala Bea Cukai Jayapura, Adeltus Lolok, menjelaskan bahwa lonjakan ini tidak terlepas dari berbagai upaya edukasi dan promosi yang dilakukan pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya kepada masyarakat perbatasan. Sosialisasi mengenai potensi ekspor-impor melalui PLBN Skouw turut mendorong peningkatan aktivitas perdagangan lintas batas.
Penerapan sistem digital melalui aplikasi CEISA Bea Cukai yang mewajibkan penyerahan dokumen ekspor secara daring juga mempermudah proses administrasi, sehingga semakin banyak pelaku usaha yang terlibat.
Produk-produk yang paling banyak diekspor antara lain makanan olahan, furnitur, suku cadang kendaraan, peralatan rumah tangga, material bangunan, hingga barang elektronik. Peluang ekspor kendaraan bermotor dan mesin pertanian ke PNG juga masih terbuka lebar.
Sementara itu, Konsul RI di Vanimo, Papua Nugini, Alex Tangkuman, mengapresiasi kemudahan layanan ekspor-impor di wilayah perbatasan dan menyambut baik langkah sosialisasi yang terus digencarkan.
Di sisi lain, nilai impor dari PNG ke Jayapura tercatat jauh lebih kecil, hanya sekitar 10 persen dari total ekspor. Komoditas yang diimpor antara lain vanili kering, kulit kayu masohi, dan daging olahan. (Antara)
Berita Terkait
-
Airlangga: RI Berada di 'Pole Position' dalam Pembukaan Pasar Perdagangan Global
-
Airlangga: Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Capai Rp335 Triliun, Targetkan 82 Juta Penerima
-
Puan Maharani Tegaskan APBN 2026 Bukan Sekadar Angka: Fokus Lapangan Kerja dan Daya Beli
-
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, 35 Kampung Nelayan Modern Rampung Januari Ini!
-
Pecah Rekor! Stok Beras Melimpah 12,5 Juta Ton, Indonesia Mulai Ekspor Beras Premium Tahun Ini
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa