Matamata.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin pagi, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
IHSG turun 114,26 poin atau 1,65 persen ke posisi 6.792,88. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga anjlok 2,05 persen ke level 749,25.
Menurut kajian Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas, sentimen pasar pekan ini akan sangat dipengaruhi oleh potensi penutupan Selat Hormuz, peningkatan konflik militer, atau kemungkinan langkah diplomatik seperti gencatan senjata antara Iran dan Israel. Sektor perbankan dan komoditas disebut akan menjadi sorotan utama.
Dari kancah global, perhatian investor tertuju pada ketegangan yang meningkat setelah Amerika Serikat dikabarkan melancarkan serangan ke tiga lokasi fasilitas nuklir Iran, yakni di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Presiden AS Donald Trump menyatakan serangan dilakukan pada Sabtu (21/6) waktu setempat.
Situasi makin mengkhawatirkan setelah Iran mengumumkan rencana memblokir Selat Hormuz—jalur strategis perdagangan minyak dunia—yang berpotensi mendorong lonjakan harga minyak dan memicu tekanan inflasi global. Hal ini turut memperkuat ekspektasi bahwa penurunan suku bunga akan tertunda dan suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.
Harga minyak dunia pada perdagangan pagi ini tercatat naik, dengan Brent di posisi 76,90 dolar AS per barel dan WTI di level 75,39 dolar AS per barel.
Dari Asia, pelaku pasar menantikan pengumuman suku bunga pinjaman satu dan lima tahun dari China yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
Sementara itu, pergerakan pasar global menunjukkan tren beragam. Bursa saham Eropa pada Jumat (20/6) cenderung menguat, dengan indeks FTSE 100 naik 0,35 persen dan DAX Jerman menguat 1,27 persen. Namun, Wall Street kompak melemah, di mana indeks Dow Jones turun 0,08 persen, S&P 500 terkoreksi 0,22 persen, dan Nasdaq turun 0,43 persen.
Adapun bursa saham Asia pagi ini juga menunjukkan pergerakan campuran. Indeks Nikkei Jepang melemah 0,48 persen, indeks Hang Seng turun 0,75 persen, sementara indeks Shanghai dan Strait Times masing-masing menguat tipis 0,10 persen dan 0,52 persen. (Antara)
Berita Terkait
-
China Sebut Situasi Timur Tengah Kritis meski Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang
-
Konflik Iran AS: China Protes Penyitaan Kapal di Selat Hormuz dan Ancaman Bom Trump
-
China Dukung Peringatan IMF: Konflik Timur Tengah Ancam Keamanan Energi Global
-
Trump Sebut Perundingan AS-Iran Bisa Berlanjut dalam Dua Hari ke Depan
-
Blokade Selat Hormuz: China Sebut Langkah Amerika Serikat Tak Selesaikan Masalah
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
-
KPK Dorong Reformasi Politik, Serahkan Rekomendasi Tata Kelola Parpol ke Presiden dan DPR