Matamata.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng seluruh pemerintah kabupaten/kota bersama jajaran TNI AD melalui Kodim se-Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi untuk mempercepat pelaksanaan program strategis di berbagai sektor.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan, kerja sama lintas lembaga ini akan mulai diimplementasikan pada Juli mendatang, ditandai dengan revitalisasi serentak SMA dan SMK melalui sistem kontraktual dan swakelola bersama TNI.
“Langkah nyata kita mulai bulan depan. Ini bukan sekadar wacana, tapi kerja konkret,” kata Dedi di Bandung, Jumat (28/6).
Selain pendidikan, program percepatan pembangunan juga mencakup perbaikan rumah tidak layak huni, pembangunan sanitasi dan jalan lingkungan, serta jembatan gantung di daerah terpencil seperti Bandung Barat, Sukabumi, dan Garut—wilayah yang hingga kini masih menyulitkan akses anak sekolah.
Dedi juga menekankan pentingnya percepatan Transformasi Digital Desa (TFMD). Pemprov siap menanggung hingga 50 persen anggaran jika daerah mengalokasikan dana besar untuk mendukung TFMD dan program Karya Bakti TNI.
Beberapa infrastruktur strategis lainnya termasuk jaringan air bersih, perbaikan jalan di kawasan Sanggabuana, serta pembangunan Tol Tengah Jabar Selatan dari Sukabumi hingga Pangandaran dengan dana awal sebesar Rp400 miliar melalui skema kolaboratif bersama TNI.
Di sektor pertanian dan ketahanan pangan, sinergi ini akan difokuskan pada pemanfaatan lahan tidur serta revitalisasi kebun karet dan teh, dengan pemberdayaan petani lewat penanaman tanaman jangka pendek seperti jagung dan padi, serta jangka panjang seperti kopi dan teh.
Untuk konservasi lingkungan, Pemprov Jabar menargetkan reboisasi di kawasan hutan penting seperti Gunung Sanggabuana, Cikuray, Sawal, Windu, dan Burangrang. Penertiban tambang ilegal, khususnya di wilayah latihan militer Bandung Barat, juga menjadi agenda prioritas dua bulan ke depan.
“Saya minta dukungan penuh TNI untuk penertiban tambang ilegal demi menjaga ekosistem kawasan latihan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari gerakan penghijauan, Pemprov Jabar juga meluncurkan program penanaman jutaan pohon kelapa di sepanjang bantaran sungai.
Kolaborasi antara Pemda dan TNI selama kepemimpinan Dedi Mulyadi telah berjalan aktif, termasuk dalam program pembinaan karakter dan bela negara bagi pelajar.
Penandatanganan komitmen kerja sama dilakukan di Mabes TNI AD, Jakarta, Rabu (25/6). Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan apresiasi atas langkah konkret para kepala daerah di Jabar.
“Biasanya sulit mendapatkan tindak lanjut dari kepala daerah. Tapi hari ini Jabar tunjukkan keseriusan luar biasa. Saya akan beri dukungan penuh,” ucap Maruli.
Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup pembangunan jalan, jembatan, irigasi, pengelolaan air, peningkatan ketahanan pangan, konservasi lingkungan, penanggulangan tambang ilegal, elektrifikasi desa, hingga rehabilitasi ruang kelas dan pelatihan bela negara. (Antara)
Berita Terkait
-
Pemkab Bogor Siapkan Skema Transisi untuk Buka Kembali Aktivitas Tambang Secara Terbatas
-
Spesifikasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang Akan Diakuisisi TNI AL dari Italia
-
Menhan Sjafrie Kunjungi Pakistan, Bahas Kerja Sama Pendidikan Militer dan Forum JDCC
-
Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Proyek Asal-asalan di Jabar Tidak Akan Dilunasi!
-
Kemenhaj Gandeng TNI-Polri Gembleng Fisik dan Mental Petugas Haji 2026
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa