Matamata.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan sekitar 9.000 unit laptop guna menunjang kegiatan belajar mengajar di 100 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah.
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, menyampaikan bahwa jumlah perangkat yang disediakan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
“Kan jumlah siswanya sekitar 9.700-an untuk yang 100 sekolah pertama ini. Ya kira-kira maksimal seperti itu, menyesuaikan kebutuhan dulu. Kami mau lihat dulu, kira-kira ya paling maksimal sesuai jumlah anak. Kalau misalkan bisa dilakukan bersama-sama ya nanti bisa lebih jumlahnya,” ujar Robben saat meninjau simulasi Sekolah Rakyat Rintisan di Sentra Handayani, Jakarta Timur, Rabu (9/7).
Robben menjelaskan, laptop-laptop tersebut hanya akan digunakan di ruang kelas selama kegiatan belajar berlangsung dan tidak diperkenankan dibawa ke kamar tidur. Setiap murid nantinya akan menggunakan satu laptop secara individu tanpa bergantian.
Pengadaan perangkat ini, lanjut Robben, telah melewati kajian tim ahli dari berbagai perguruan tinggi untuk menentukan spesifikasi teknis yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.
"Jadi speknya, kami tidak lihat merk. Kami lihat spek yang sudah disusun oleh tim ahli dari beberapa perguruan tinggi. Jadi, kami juga nggak ngawur. Jangan pakai ketinggian, juga jangan pakai yang rendah, sesuai yang dibutuhkan," jelasnya.
Ia juga memastikan seluruh lokasi Sekolah Rakyat telah dilengkapi jaringan internet demi kelancaran proses pembelajaran. (Antara)
Berita Terkait
-
Komisi X DPR Sebut Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Fokus pada Penguasaan Teknologi
-
Belum Bisa Pulang? Mensos Jamin Tenda dan Dapur Umum Pengungsi Sumatera Terus Beroperasi
-
Sebut Siswanya 'Brilian dan Berlian', Khofifah Ingin Sekolah Rakyat Jatim Jadi Motor Penggerak Ekonomi
-
Kunjungan Prabowo ke Kalsel: Hambatan Lahan Sekolah Rakyat Langsung Beres!
-
Kasus Korupsi Laptop Kemendikbud: Jaksa Bidik Aset Tanah dan Bangunan Nadiem Makarim
Terpopuler
-
KBM App Goes to Korea, Nikmatnya Strawberry Raksasa
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
Terkini
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog