Matamata.com - Sebanyak 20 anak di Jakarta Barat yang sebelumnya putus sekolah kini bisa kembali belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) 07 Cengkareng, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng.
“Sudah ditindaklanjuti, ada 20 anak yang sudah mulai masuk sekolah di SKB 07 Cengkareng,” ujar Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, di Jakarta, Jumat (16/8).
Uus menjelaskan, ke-20 anak tersebut terdiri atas enam anak perempuan dan 14 anak laki-laki. Mereka berasal dari Kelurahan Duri Kosambi, Pegadungan, Tegal Alur, dan Rawa Buaya.
“Selain itu, ada juga anak yang memang dari luar Jakarta, sudah tinggal lama dan ber-KTP DKI Jakarta, tapi belum mengenyam bangku pendidikan,” tambahnya.
Menurut Uus, pemerintah kota terus melakukan pendataan agar anak-anak yang putus sekolah bisa kembali melanjutkan pendidikan.
“Kami melalui Sudin Pendidikan terus melakukan pendataan dan juga koordinasi dengan pihak terkait,” katanya.
Sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim, mengungkapkan bahwa masih ada 48 anak usia sekolah dasar hingga menengah pertama yang putus sekolah di wilayah Duri Kosambi, Semanan, dan Tegal Alur.
“Data yang sudah masuk ada 48 anak. Mereka asalnya dari Duri Kosambi, Semanan, Tegal Alur. Rata-rata usia SD dan menuju SMP ada juga sebagian,” kata Lukman saat meninjau langsung anak-anak putus sekolah di RW 06 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (14/8).
Ia menambahkan, faktor utama penyebab anak putus sekolah adalah keterbatasan ekonomi keluarga.
“Yang pertama memang ekonomi orang tuanya tidak mampu, terus kadang-kadang ini sebagian juga ada anak yatim. Akhirnya anaknya tidak sekolah,” jelasnya.
Lukman menilai anak-anak tersebut seharusnya bisa mendapatkan bantuan dana pendidikan dari Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.
“Bantuan dari pemerintah berupa KJP juga belum mereka dapatkan. Anggaran pendidikan di tahun 2026 itu kalau tidak keliru subsidi KJP itu lebih kurang sekitar Rp3,4 triliun ya,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam memfasilitasi anak-anak putus sekolah untuk kembali belajar melalui SKB 07 Cengkareng.
“Terima kasih juga kepada Pemprov sudah menanggapi cepat. Ada beberapa anak yang sudah sekolah. Tapi ini baru sebagian kecil. Nanti akan kita minta untuk segera anak-anak yang lain bisa sekolah kembali,” kata Lukman. (Antara)
Berita Terkait
-
JPU Tak Dapat Hadirkan 14 Saksi di PN Jakbar, Terdakwa Reinhart Muljadi dan Tim Kuasa Hukum Kecewa
-
Komunitas Rider Kalisari R2L, Gelar Touring Kebersamaan ke Bogor
-
Polda Metro Siagakan 585 Personel Amankan Kunjungan Presiden Jerman di Jakarta
-
Pramono Anung Pastikan Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Naik Bulan Ini
-
KPK Duga Wamen Imigrasi Silmy Karim Terima Uang Pemerasan Sejak Menjabat Dirjen
Terpopuler
-
Menhut Raja Juli Antoni Luncurkan Nature Finance untuk Konservasi Taman Nasional
-
Iran Diduga Serang Kapal Kargo Singapura di Selat Hormuz
-
Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Batu Bara PLTU Sudah Aman dan Lancar
-
Pengusaha Sandiana Soemarko, Mengedepankan Kepedulian Sosial di Indonesia
-
Didukung Sang Bunda, Jirayut jadi Pemeran Utama di Film 'Cek Khodam'
Terkini
-
Menhut Raja Juli Antoni Luncurkan Nature Finance untuk Konservasi Taman Nasional
-
Iran Diduga Serang Kapal Kargo Singapura di Selat Hormuz
-
Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Batu Bara PLTU Sudah Aman dan Lancar
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi