Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto kembali mengundang sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan dan partai politik ke Istana Kepresidenan RI, Senin (1/9). Pertemuan ini digelar untuk berdialog mengenai isu-isu kebangsaan, khususnya terkait aksi massa yang terjadi pekan lalu.
Sejumlah tokoh mulai berdatangan sejak pukul 14.00 WIB, antara lain Bhante Kamsai Sumano Mahathera, Pendeta Johnny Lokollo, Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, dan Ketum GP Ansor Addin Jauharudin.
Selain itu, hadir pula Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Ketum Partai Gelora Anis Matta, Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Sejumlah undangan diketahui telah disampaikan sejak Minggu (31/8) malam, sementara sebagian lainnya baru diterima pada Senin pagi hingga siang hari. Pertemuan dijadwalkan berlangsung sore, sebelum Presiden Prabowo menjenguk korban di RS Polri, Jakarta Timur, pukul 15.30 WIB.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menjelaskan, pertemuan kali ini tidak hanya melibatkan ormas Islam.
“Dua hari lalu kan 16 ormas Islam menghadap (Presiden) di Hambalang. Hari ini kemudian diundang semua ormas baik muslim maupun non-muslim, (pertemuan untuk) berkoordinasi menyampaikan, ya menyempurnakan penyampaian aspirasi masyarakat seperti yang kami lakukan kemarin, dan bagaimana juga berkoordinasi, bahu-membahu mengatasi keadaan, memulihkan keadaan,” ujar Gus Yahya.
Sementara itu, Ketum PKB Muhaimin Iskandar mengaku belum mengetahui agenda pertemuan.
“Hari ini, kita diundang belum tahu dengan siapa saja, tetapi tiada lain untuk terus melakukan upaya-upaya Pak Prabowo dan seluruh pemerintahan ini harus sukses. Kalau toh ada upaya-upaya, gangguan-gangguan hendaknya itu menjadi cobaan yang terus dihadapi dengan cepat, diatasi dengan baik, dan buat PKB tidak ada jalan lain, Pak Prabowo harus sukses memimpin Indonesia, karena visinya sangat mendasar, yaitu ekonomi, konstitusi tegas dalam menjalankan seluruh amanah konstitusi, solusi-solusi konstitusional tentang ekonomi, tentang politik, tentang berbagai hal,” kata Muhaimin. (Antara)
Berita Terkait
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
Respons KPK Terkait Instruksi Presiden Prabowo Soal Penguatan Anggaran Pemberantasan Korupsi
-
Ada Indikasi Penyelewengan di BGN, Presiden Prabowo Subianto Panggil BPKP dan PPATK
-
Bahasa Prancis Wacana Masuk Kurikulum, Komisi X DPR Minta Pemerintah Kaji Matang
Terpopuler
-
Rawat Kecantikan, Jennifer Bachdim Makin Percaya Diri Gunakan Elara Skin Indonesia
-
Cegah DBD! Warga Kalisari Jakarta Timur, Kompak di Pertemuan Jumantik
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
Terkini
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi